Peristiwa

Orasis Art Space Surabaya Gelar Pameran Arsip Amang Rahman ‘Segue #3: Emanasi’

57
×

Orasis Art Space Surabaya Gelar Pameran Arsip Amang Rahman ‘Segue #3: Emanasi’

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Orasis Art Space kembali menghadirkan pameran berbasis arsip bertajuk Segue #3: Amang Rahman – Emanasi, yang menyoroti perjalanan artistik Amang Rahman (1931–2001), salah satu figur penting dalam sejarah seni rupa modern Surabaya.

Dikuratori oleh Heru Hikayat, pameran ini menampilkan karya, arsip, serta jejak praktik kesenian Amang Rahman sebagai upaya menghidupkan kembali kontribusi seniman lokal dalam lanskap seni rupa Indonesia.

Heru Hikayat mengatakan melalui pendekatan arsip, pameran ini mengajak publik menelusuri bahasa visual Amang Rahman yang khas, mulai dari abstraksi bentuk hingga eksplorasi kaligrafi. “Konsep emanasi menjadi kerangka utama pembacaan, merujuk pada kualitas visual dalam karya-karyanya yang sering menampilkan kesan pendaran, seolah setiap sosok memancarkan cahaya dan makna spiritual,” katanya.

Amang Rahman dikenal sebagai seniman yang menjadikan keseharian sebagai sumber refleksi artistik. Ia mengembangkan praktik yang disebutnya sebagai luru-luru, yaitu proses memungut hal-hal kecil dari lingkungan sekitar yang sering luput dari perhatian. Pengamatan yang mendalam terhadap realitas sosial dan pengalaman personal kemudian diolah menjadi karya yang tidak hanya bersifat estetis, tetapi juga reflektif dan humanis.

Selain dikenal melalui karya visualnya, Amang Rahman juga diingat sebagai pribadi yang sederhana dan penuh humor. Ia kerap membagikan kisah hidupnya—termasuk pengalaman kemiskinan dan perjuangan—dalam bentuk anekdot ringan. Sikap ini memperlihatkan bagaimana pengalaman hidup tidak hanya menjadi sumber inspirasi, tetapi juga bagian dari identitas artistiknya.

Melalui Segue #3, Orasis Art Space menempatkan karya Amang Rahman sebagai ruang refleksi yang mempertemukan unsur spiritualitas, kemanusiaan, dan pengalaman hidup. Pameran ini juga menegaskan bahwa praktik seni tidak hanya merekam realitas, tetapi menjadi medium untuk memaknai kehidupan itu sendiri.

Program Segue merupakan inisiatif jangka panjang Orasis Art Space untuk merawat dan mendokumentasikan kontribusi seniman Surabaya dan sekitarnya. Sebelumnya, Orasis telah menghadirkan Segue #1: O.H. Supono – Supercut of Life pada 2024, yang menyoroti karya dan arsip Ogeng Heru Supono, serta Segue #2: Lim Keng – Breath of Lines pada 2025, yang menelusuri perjalanan sketsa Lim Keng selama lebih dari lima dekade.

Rangkaian ini didukung oleh Dana Indonesiana dan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah seni rupa nasional. Ke depan, program ini juga akan dilengkapi dengan penerbitan buku trilogi yang mengarsipkan karya dan pemikiran ketiga seniman tersebut.

Melalui pameran ini, Orasis Art Space tidak hanya menghadirkan karya seni sebagai objek visual, tetapi juga membuka ruang bagi publik untuk memahami perjalanan batin, pemikiran, dan kontribusi Amang Rahman dalam membentuk identitas seni rupa modern di Surabaya. (q cox, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *