Hotel & RestoPeristiwa

Pawon Eyang: Menu Buka Puasa Unik di Palm Park Surabaya

54
×

Pawon Eyang: Menu Buka Puasa Unik di Palm Park Surabaya

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Tren berbuka puasa dengan konsep kuliner tradisional kembali mendapat perhatian. Salah satunya terlihat dari inisiatif Palm Park Hotel & Convention Surabaya yang mengangkat tema masakan rumahan Jawa Timur melalui konsep bertajuk Pawon Eyang.

Konsep ini mengusung suasana dapur tradisional yang lekat dengan memori kebersamaan keluarga, terutama saat berbuka puasa di rumah orang tua atau kakek-nenek. Pendekatan tersebut diterjemahkan melalui ragam hidangan khas Jawa Timur yang disajikan secara bergiliran selama Ramadan.

Secara umum, menu yang dihadirkan mencakup takjil tradisional, sajian hangat seperti ronde dan kolak, hingga hidangan Nusantara dengan cita rasa daerah. Beberapa di antaranya merupakan masakan khas Jawa Timur, seperti Ayam Lodho dari Tulungagung, Pindang Koyong dari Banyuwangi, Ayam Songkem dari Madura, serta Becek Daging khas Tuban. Menu-menu tersebut disajikan dengan sistem rotasi harian, sehingga variasi hidangan berubah sepanjang bulan Ramadan.

Selain menu utama, penyajian juga dilengkapi dengan pelengkap seperti aneka sambal, kerupuk, kurma, serta minuman khas Ramadan berbahan rempah. Beberapa hidangan disiapkan melalui konsep live cooking untuk menjaga kesegaran sajian.

General Manager Palm Park Hotel & Convention Surabaya, Dedy Sulistyanto, menyampaikan bahwa konsep tersebut dirancang untuk menghadirkan kembali makna sederhana dari momen berbuka puasa. “Makanan tidak hanya menjadi kebutuhan fisik, tetapi juga medium untuk membangun suasana kebersamaan dan nostalgia keluarga di bulan Ramadan,” katanya.

Pelaksanaan konsep kuliner ini berlangsung sepanjang bulan Ramadan, mulai akhir Februari hingga pertengahan Maret 2026, pada waktu berbuka puasa. Selain program berbuka, hotel juga menyiapkan sejumlah program pendukung dalam rangka menyambut periode perayaan awal tahun yang berdekatan dengan Ramadan.

Kehadiran konsep berbuka dengan pendekatan kuliner tradisional ini mencerminkan upaya pelaku industri perhotelan dalam merespons kebutuhan masyarakat akan pengalaman Ramadan yang lebih personal dan bernuansa budaya, seiring meningkatnya minat terhadap sajian lokal dan masakan rumahan. (q cox, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *