NasionalPeristiwa

SIG Catat Nihil Fatalitas Sepanjang 2025, Pertegas Komitmen K3 di Seluruh Pabrik

74
×

SIG Catat Nihil Fatalitas Sepanjang 2025, Pertegas Komitmen K3 di Seluruh Pabrik

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (Suarapubliknews) ~ Di tengah masih tingginya angka kecelakaan kerja nasional yang mencapai sekitar 300.000 kasus pada 2024 berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, isu keselamatan dan kesehatan kerja (K3) kembali menjadi sorotan. Sejumlah insiden bahkan berujung pada korban fatal, menandakan bahwa tantangan implementasi K3 di Indonesia masih serius.

Dalam konteks tersebut, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melaporkan capaian nihil fatalitas (recordable) di seluruh wilayah operasi pabrik semen sepanjang 2025. Pencapaian ini menjadi indikator komitmen perusahaan dalam menempatkan K3 sebagai nilai utama dalam aktivitas operasional sehari-hari.

Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari, menyampaikan bahwa peringatan Bulan K3 Nasional 2026 yang digelar secara hybrid dari PT Semen Tonasa, Pangkep, Sulawesi Selatan, bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum refleksi dan evaluasi budaya keselamatan di lingkungan perusahaan.

“Bulan K3 Nasional juga menjadi pengingat komitmen SIG untuk menempatkan K3 sebagai nilai utama yang tidak hanya bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan Penyakit Akibat Kerja (PAK), tetapi juga untuk memastikan kenyamanan karyawan dan mitra Perusahaan dalam bekerja sehingga lebih optimal dan produktif,” ujarnya.

Pada peringatan tahun ini, SIG mengusung tema “From Compliance to Resilience: Insan SIG sebagai Penggerak Budaya K3 dalam Implementasi K3 yang Inklusif, Kolaboratif dan Berkelanjutan.” Tema tersebut menekankan peran individu sebagai penggerak utama dalam meningkatkan tingkat kematangan keselamatan (safety maturity) di lingkungan kerja.

Selain nihil fatalitas, SIG mencatat sejumlah indikator kinerja keselamatan pada 2025, antara lain Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR) sebesar 0,13 dari target 0,3 dan Lost Time Injury Severity Rate (LTISR) sebesar 1,01 dari target 5. Perusahaan juga mengimplementasikan sejumlah leading indicator melalui program seperti Safety Observation Tour, Corporate Life Saving Rules (CLSR) improvement plan, Visible Safety Leadership (VSL) Ambassador, CSMS, Safety Academy, hingga peningkatan kesiapan respons darurat.

Atas capaian tersebut, SIG menerima sejumlah penghargaan, di antaranya Zero Accident Award dari Kementerian Ketenagakerjaan, Tropi & Aditama Terbaik atas Pengelolaan Keselamatan Pertambangan dari Kementerian ESDM, serta ICC-OSH Award.

Salah satu pendekatan yang diperkuat adalah implementasi Visible Safety Leadership (VSL), yakni keterlibatan aktif manajemen yang turun langsung ke lapangan untuk berdialog dan melakukan observasi terhadap potensi risiko. Ke depan, SIG mendorong transformasi menuju Visible-Felt Safety Leadership (VFSL), di mana kepemimpinan keselamatan tidak hanya terlihat secara formal, tetapi juga dirasakan kepeduliannya oleh pekerja.

Dalam rangkaian Bulan K3 Nasional 2026, SIG juga meluncurkan pembaruan Corporate Life Saving Rules (New CLSR) yang memuat 20 poin panduan keselamatan kerja. Panduan tersebut disusun berdasarkan data insiden yang tercatat dan analisis risiko proses bisnis perusahaan.

“Budaya K3 berangkat dari kesadaran bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari masing-masing individu dan merupakan kebutuhan bersama. Safety Yes, Accident No! Safety is Our Top Priority,” tegasnya.

Melalui berbagai langkah tersebut, SIG menegaskan komitmennya untuk menjadikan keselamatan dan kesehatan kerja sebagai fondasi operasional yang berkelanjutan di tengah dinamika industri. (q cox, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *