BisnisPeristiwa

STB Gandeng Ciputra Group, Perluas Strategi Tarik Wisatawan Indonesia Lewat Ekosistem Pendidikan dan Bisnis

82
×

STB Gandeng Ciputra Group, Perluas Strategi Tarik Wisatawan Indonesia Lewat Ekosistem Pendidikan dan Bisnis

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Singapore Tourism Board (STB) memperkuat strategi penetrasi pasar Indonesia dengan menggandeng Ciputra Group melalui kemitraan strategis selama satu tahun, mulai April 2026 hingga April 2027.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya STB untuk tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Indonesia, tetapi juga mendorong nilai belanja dan kualitas perjalanan melalui pendekatan yang lebih terintegrasi.

Executive Director Southeast Asia STB, Terrence Voon, mengatakan Indonesia tetap menjadi pasar kunci bagi Singapura, dengan karakter wisatawan yang semakin beragam. “Kami ingin memperdalam daya tarik Singapura, bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga untuk perjalanan bisnis dan program pembelajaran,” ujarnya.

Berbeda dari pendekatan promosi konvensional, STB kini memanfaatkan jaringan komunitas besar milik Ciputra Group yang tersebar di puluhan kota di Indonesia.

Melalui kemitraan ini, STB dapat menjangkau penghuni kawasan residensial, tenant komersial, hingga pelajar dalam satu ekosistem terintegrasi. “Dengan jangkauan Ciputra di lebih dari 30 kota, kami melihat peluang besar untuk memperkenalkan berbagai penawaran Singapura secara lebih relevan kepada masyarakat,” katanya.

Pendekatan ini memungkinkan STB mendorong perjalanan berbasis kebutuhan spesifik, mulai dari wisata keluarga, perjalanan bisnis, hingga edukasi internasional.

Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah pengembangan program berbasis pendidikan. Singapura akan dijadikan destinasi utama untuk kegiatan luar negeri bagi institusi pendidikan di bawah Ciputra Group, termasuk program internship, kunjungan akademik, dan experiential learning.

Selain itu, STB juga membidik sektor meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) dengan mendorong pelaku usaha di ekosistem Ciputra untuk memanfaatkan Singapura sebagai lokasi kegiatan bisnis.

Tak hanya wisata dan pendidikan, kerja sama ini juga membuka peluang di sektor kesehatan atau medical tourism.

Associate Director Ciputra Group, Tri Ciputra Harun, menyebut bahwa kolaborasi ini dapat terhubung dengan pengembangan layanan medis yang sudah berjalan. “Dari sisi pariwisata, ini bisa mendukung medical tourism, terutama dalam memberikan akses pengobatan dan pengalaman yang lebih baik bagi pasien,” ujarnya.

Indonesia tercatat sebagai salah satu penyumbang wisatawan terbesar bagi Singapura, dengan sekitar 2,4 juta kunjungan pada 2025. Secara keseluruhan, Singapura menerima 16,9 juta wisatawan internasional dengan penerimaan pariwisata mencapai S$23,9 miliar.

Melalui kemitraan ini, STB menargetkan peningkatan kontribusi tersebut dengan pendekatan yang lebih terarah dan berbasis komunitas.

STB menilai kerja sama ini sebagai langkah awal untuk membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa depan. “Kami melihat ini sebagai permulaan. Ada banyak hal yang bisa dikembangkan bersama Ciputra ke depannya,” lanjut Terrence.

Dengan strategi yang menggabungkan pariwisata, pendidikan, bisnis, dan gaya hidup, STB berharap dapat memperkuat posisi Singapura sebagai destinasi yang relevan dan bernilai bagi wisatawan Indonesia. (q cox, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *