SURABAYA (Suarapubliknews) ~ The Westin Surabaya sukses menyelenggarakan The Beauty of China ke-19, sebuah perayaan Tahun Baru Imlek yang menghadirkan pertunjukan budaya kolosal dan jamuan makan malam eksklusif di Grand Ballroom & Convention Center, Senin (16/2/2026). Mengusung filosofi Tahun Kuda Api, acara ini menampilkan perpaduan seni, teknologi visual, dan tradisi dalam satu panggung megah.
Tema Tahun Kuda Api diangkat melalui narasi artistik yang sarat makna keberanian dan transformasi, sebagaimana tergambar dalam pesan utama pertunjukan:
“When the heavens whisper, a flame rises from the east — the Fire Horse appears. Born of light and courage, it runs through fire and sky. The Year of the Fire Horse — where courage becomes beauty. The Beauty of China.”
Filosofi tersebut menjadi benang merah seluruh rangkaian pertunjukan yang menggambarkan semangat keberanian, ketangguhan, dan harapan baru di tahun yang diyakini membawa energi perubahan.
Ratusan tamu dari kalangan pebisnis, komunitas sosial, dan mitra hotel menghadiri acara yang telah menjadi agenda tahunan prestisius di Surabaya. Kemegahan pertunjukan diperkuat dengan teknologi LED berskala besar, tata cahaya sinematik, serta visual artistik yang berpadu dengan orkestra live dan koreografi kolosal yang melibatkan lebih dari 170 penari. Penampilan barongsai turut menambah suasana perayaan, menghadirkan simbol kemakmuran dan keberuntungan dalam tradisi Imlek.
Pertunjukan disajikan dalam lima babak dramatik yang merefleksikan perjalanan peradaban dan nilai budaya Tiongkok, mulai dari kebangkitan spiritual dan budaya, kekuatan para pendekar kuno, harmoni peradaban, persatuan lintas generasi, hingga klimaks berupa simbol api sebagai representasi harapan dan awal baru di Tahun Kuda Api.
Multi-Property General Manager The Westin Surabaya & Four Points by Sheraton Surabaya, Pakuwon Indah, Denny Ristyanto, mengatakan bahwa acara ini merupakan bentuk komitmen hotel dalam menghadirkan pengalaman budaya yang berkelas internasional.
“The Beauty of China bukan sekadar perayaan Tahun Baru Imlek, tetapi juga bentuk komitmen kami dalam menghadirkan pengalaman yang menyatukan budaya, seni, dan hospitality dalam satu panggung megah. Kami ingin setiap tamu merasakan kemewahan, kehangatan, dan kebanggaan terhadap warisan budaya yang dirayakan bersama orang-orang terkasih,” ujarnya.
Selain pertunjukan, para tamu juga menikmati jamuan makan malam delapan hidangan khas Tionghoa yang disiapkan dengan standar kuliner hotel bintang lima, termasuk Yee Shang, lobster panggang, ikan kerapu bintang kukus, wagyu saus lada hitam, hingga hidangan penutup sarang burung walet.
Keberhasilan penyelenggaraan edisi ke-19 ini kembali memperkuat posisi The Westin Surabaya sebagai salah satu destinasi utama untuk gala dinner dan perhelatan budaya berskala besar di Surabaya. Lebih dari sekadar perayaan, acara ini menjadi simbol apresiasi terhadap warisan budaya yang dikemas melalui pendekatan artistik modern dan pengalaman hospitality premium. (q cox, tama dini)












