5 Warganya Terserang DB, Staf Desa Bareng Desak Dinkes Jombang Bertindak Cepat

JOMBANG (Suarapubliknews.net) – Sepertinya Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang masih mengganggap sepele bahkan terkesan lamban dalam merespon laporan warga terkait serangan wabah demam berdarah (DB) yang jelas-jelas telah menelan korban.

Padahal, Puskesmas Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang telah mencatat adanya 5 warga yang positip terserang wabah Demam Berdarah (DB), itupun hanya berdasarkan laporan sementara.

Ke lima warga tersebut diantaranya AP Warga Dsn Jlopo Desa Tebel dan kemudian Warwan Warga Dsn Tegal Rejo Desa Bareng dan IP Warga Desa Banjarsari selanjutnya yakni ZF Warga Dsn Bulu Sari Desa Kebon Dalem dan terahir adalah RTA Warga Desa Bareng.

Kesan respon yang lamban ini disampaikan Hario Kepala (P2) Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang yang mengatakan jika pihaknya masih akan melakukan pengecekan data terkait adanya 5 orang korban tersebut.

“Untuk 5 orang korban itu apakah satu Desa atau Wilayah, yang jelas Kami akan melakukan pengecekan dahulu,” Ucap Hario kepada Suarapubliknews.net via ponselnya. Selasa (27/11/2018)

Menurut dia, pihaknya tidak bisa langsung melakukan penyemprotan (Fogging), alasannya harus didahului epidemiologi (mempelajari), apakah perlu dilakukan penyemprotan atau hanya cukup dengan Pemberatasan Sarang Nyamuk (PSN) yakni melakukan pembersihan lingkungan.

“Terkait hal itu, njenengan konfirmasi dulu ke dr Wahyu selaku Kabid saya,” tandasnya.

Terpisah, Sunaryo Staf Pemerintahan Desa Bareng, saat dikonfirmasi mengatakan jika persoalan tersebut telah disampaikan kepada salahsatu pegawai Puskesmas agar segera dilakukan penyemprotan

“Wabah Demam Berdarah ini harus segera ada penanganan karena ini menyangkut nyawa manusia,” Ujar Sunaryo.

Sunaryo mendesak agar Dinkes Jombang tidak menganggap sepele dan segera melakukan tindakan penyemprotan (fogging) sebelum muncul korban berikutnya, karena serangan DB sangat mengancam nyawa.

“Yang jelas Dinkes Jombang harus segera melakukan penyemprotan serta mencari solusi terkait hal tersebut dan jangan menunggu ada Korban baru dilakukan tindakan,” pungkasnya. (q cox, Iwan)

Reply