Ada Kuliner Kolonial di Kayanna Restorant

SURABAYA (Suarapubliknews) – Sebagai kota bekas jajahan kolonial Belanda, wajar jika banyak bangunan yang berarsitektur negara kincir angin. Salah satunya adalah bangunan yang berlokasi di Jl dr Soetomo yang menjadi restorant.

Restorant Manager Kayanna Indonesia Cuisine and Grill Restaurant, Ineke De Ruiter mengatakan tak hanya bangunan, menu – menu Kayanna Restaurant adalah resep turun temurun dari nenek sang owner.

“Disini kami menyajikan menu – menu peranakan dari Belanda seperti Sop Merah Batavia dan Galantine Keukenhof. Ada pula Bistik Lidah Wong Loendoe yang khas, semua dibikin persis resep rahasia Oma Owner Sehingga citarasa klasik menu kolonial yang menggoda selera menjadi ciri khas,” katanya.

Sejak berdiri pada 2017, Restoran yang menempati bangunan dari tahun 1930 ini mempertahankan keaslian ornament seperti keramik, pilar maupun jendela. “Kami ingin membawa nuansa klasik kolonial ditempat ini, suasana yang homi dan ada area playground,” terang Ineke.

Menjadi jujukan tamu mancanegara, khususnya kedutaan dan konjen beberapa negara sahabat seperti Belanda, Jepang dan Chinna resto ini memiliki menu favorit bagi para tamunya. “Oedang Karamel Mentega Bawang, Gulai Gurami Padang Sedap menjadi favorit tamu, selain menu peranakan Belanda lainnya. Sedangkan untuk kudapan ada Poffertjes,” paparnya.

Bagi pengunjung yang penasaran dengan menu – menu peranakan Belanda ini disarankan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu karena kapasitas restoran yang hanya 150 orang. “Kami asarakan reservasi, mengingat sering ada yang mengadakan even seperti gathering, arisan atau sekedar reunion disini,” tutup Ineke. (q cox, Tama Dinie)

Reply