Aliansi Pelajar Surabaya TOLAK Politik Praktis Masuk Sekolah

SURABAYA (Suarapubliknews) – Menjelang dihelatnya Pemilihan Walikota Surabaya 2020, Aliansi Pelajar Surabaya mengambil sikap tegas menolak masuknya politik praktis ke lembaga sekolah.

Pasalnya, sekolah sebagai lembaga pendidikan bertugas mencerdaskan kehidupan bangsa diharapkan dapat tetap menjadi garda depan dalam menjaga marwah pendidikan, terutama di masa-masa menjelang tahun politik, meskipun kekuatan pelajar tidak dipungkiri mempunyai potensi besar secara jumlah.

“Kami ingin sekolah menjadi tempat belajar yang nyaman bagi kami. Bukan sebagai sarana berpolitik praktis.” Ujar Ali Sulton, pelajar SMAN 1 Surabaya.

Senada dengan pernyataan tersebut, Rheznandya Donny, pelajar SMAN 4 Surabaya juga turut menambahkan, jika dirinya berharap para calon dapat lebih kreatif untuk menjaring harapan dan aspirasi pelajar melalui forum-forum di luar sekolah.

“Di dalam sekolah, kami ingin belajar dengan tenang, tidak dijadikan alat politik, apalagi ini menjelang UN,” ujarnya.

Sementara menurut Plt. Ketua Aliansi Pelajar Surabaya, Kitaro Desmonda Santoso, para calon diharapkan dapat menghargai suasana belajar yang selama ini berusaha dibangun di dalam sekolah murni sebagai ruang belajar.

“Kami tetap mengajak teman-teman pelajar untuk tidak antipati dan ikut serta berpartisipasi aktif dalam menyumbang gagasan di tahun politik. Tentunya harus copot seragam terlebih dahulu di luar sekolah. Jangan sampai simpati teman-teman pelajar terhadap calon justru menurun apabila ditengarai ada calon yang berusaha mengadakan kampanye terselubung di dalam sekolah,” tandas Kitaro Desmonda Santoso.

Dengan pernyataan ini, Aliansi Pelajar Surabaya berharap dapat menyumbang catatan yang membangun untuk semua pihak. (q cox)

Reply