ALMASI Desak DPRD Surabaya Usut Perijinan SPBU PT. AKR Jl. Pemuda

SURABAYA (Suarapubliknews) – Pagi ini, sekira pukul 10.00 wib, masyarakat Surabaya yang tergabung dalam Aliansi Lembaga Masyarakat Anti Korupsi (ALMASI) bakal menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Surabaya terkait pembangunan pengisian BBM PT. AKR di jl. Pemuda.

Aksi gabungan dari beberapa Elemen masyarakat Kota Surabaya seperti KAKU, Biru Daun, Garda Yudha Nusantara dan Paguyuban Arek Suroboyo (PAS) ini menilai bahwa terbitnya Amdal Lalin adalah skandal, karena lokasi yang dibangun berhimpitan dengan beberapa obyek vital negara, bahkan jalan yang dilalui sehari harinya macet.

Kusnan dari Paguyuban Arek Suroboyo (PAS) selaku koordinator aksi, mengatakan bahwa terbitnya izin terutama Amdal Lalin sangat mencurigakan.

“Dengan lokasi seperti itu bisa dibangun SPBU yang disertai kelengkapan ijin, ini sangat tidak masuk akal, karena setahu kami di Kota Surabaya itu sangat selektif sekaligus berhati-hati. Makanya kok bisa mendapat izin itu. Kami sangat curiga ada akal-akalan,” ucapnya kepada media ini. Jumat (18/10/2019) pukul 00.37 wib.

Harusnya, lanjut Kusnan, peristiwa amblesnya jalan Gubeng bisa menjadi pelajaran yang sangat penting sehingga kecerobohan tersebut tidak akan terulang kembali karena tetap menambah beban masyarakat.

“Jangan pernah menambah beban pemimpin kami yang sudah bersusah payah merawat, menjaga dan membangun kota ini, hanya karena kekotoran kinerja,” tandasnya.

Oleh karenanya, ALMASI mendesak DPRD Surabaya untuk memanggil semua pihak yang terkait dengan penerbitan izin (hearing), utamanya yang terkait penerbitan Amdal Lalin

“Pansuskan skandal Amdal Lalin SPBU PT.AKR dan pecat oknum dinas terkait dengan tidak hormat bila terbukti melakukan pelanggaran. Satu kata ‘TOLAK’ pembangunan pengisian BBM PT.AKR,” pungkasnya. (q cox)

Reply