Bus Kramat Djati Terguling di Tol Sumo, Polisi Masih Selidiki

GRESIK (Suarapubliknews) – Kecelakaan tunggal terjadi jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), tepatnya di KM 718.600/B, rabu (27/11/2019). Bus Kramat Djati dengan Nopol B 7533 V tiba-tiba terguling dan masuk ke area persawahan.

Bus tersebut membawa 32 penumpang. Akibat kejadian itu, dua orang meninggal dunia, dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Dugaan sementara, kecelakaan karena sopir bus mengantuk.

“Kami masih melakukan penyelidikan,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Rabu (27/11/2019).

Informasi yang dihimpun, bus tersebut berangkat dari Terminal Pulau Gebang Jakarta Timur, Selasa (26/11). Berangkat dari tempat tersebut, bus dikemudikan Masrur, warga Luwungragi RT 04 RW 05 Kelurahan Bulakamba, Brebes.

Dalam perjalanannya, bus berhenti di RM Singgalang, Cikedung, Subang, Jabar. Sopir kemudian digantikan Hadi Rosidi sampai masuk akses tol Colok Madu, Solo, Jateng.

“Namun, sekitar pukul 24.00 WIB, sopir digantikan lagi oleh sopir 1 (Mansur), sampai berhenti lagi di rest area RM Utama Caruban, Madiun,” terang Kasat PJR Polda Jatim, Kompol Dwi Sumrahadi Rakhmanto.

Selanjutnya, bus kembali melanjutkan perjalanan. Tiba-tiba saat sampai di KM 718.600 jalur A, bus oleng ke kanan dan menabrak pembatas. Bus lantas masuk ke jalur B dan terus masuk ke sawah milik warga.

“Akibat kecelakaan ini, dua penumpang meninggal dunia, 6 orang luka berat, 13 orang luka ringan, lainnya tidak mengalami syok,” terangnya.

Kasatlantas Polres Gresik AKP Erika Purwana Putra menyatakan ada dugaan kecelakaan. Pertama karena sopir mengantuk, kedua karena pengemudi kurang memperhatikan arah depan dengan jelas.

“Sehingga tidak bisa mengendalikan kemudi. Bus lalu oleng dan terguling ke area persawahan,” ungkapnya. (q cox)

Reply