Ciptakan Kehidupan Toleran, Walikota Surabaya Bakal Seleksi Guru Pengajar Agama

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya akan melakukan seleksi kepada guru-guru pengajar semua agama di wilayah Kota Surabaya, agar tidak hanya bisa mengajar membaca ayat dan terjemahannya, tetapi juga harus bisa membimbing siswanya agar bisa mengaplikasikan dalam kehidupan sehari- hari.

Keinginan ini didasari rasa kekhawatiran Risma -sapaan akrab Tri Rismaharini- melihat kondisi dan situasi saat ini, karena masih banyak generasi muda yang hanya mengerti agama, namun tingkah lakunya tidak mencerminkan apa yang diajarkan dalam agama dan tidak menjaga hubungan dengan lingkungan sekitarnya.

“Saya kepingin, di Al qur’an itu begini, terjemahannya begini, kemudian di aplikasi kehidupan itu seperti apa, jadi anak-anak didalam kehidupan sehari-harinya itu tidak memisahkan, misalkan kalau sholat di masjid, tapi polahe nggak karu-karuan, itu nggak bisa,” ucap Risma di acara Peresmian Masjid As Salam dan peletakan batu pertama taman di Perumahan Puri Karah Surabaya, Kamis (25/5/2017)

Risma mencontohkan salah satu kalimat di Al qur’an yakni surga itu ditelapak kaki ibu, yang maknanya harus patuh kepada ibunya. Jangan sampai melaksanakan kewajiban sholatnya tetapi prilakunya tidak mencerminkan kepatuhannya kepada seorang Ibu yang telah melahirkan dan merawatnya.

“Jadi saya pingin guru agama bisa menerjemahkan itu, ini mau agama apa saja, sehingga kehidupan sehari-hari anak-anak diwarnai nuansa yang agamis, maka tidak hanya menjaga hubungannya kepada Alloh (Hablum Minalloh), tetapi juga dengan sesama manusia (hablum minannas), binatang, lingkungan dan tetangganya, jadi tidak egois,” tandasnya

Dengan demikian, lanjut Risma, kehidupan sehari-hari di Kota Surabaya akan bisa saling menghormati dalam dimensi apapun. (q cox)

Reply