EJAVEC Hasilkan 85 Jurnal Dukung Kemajuan Perekonomian Jatim

SURABAYA (Suarapubliknews) – Bank Indonesia bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga kembali menggelar East Java Economic. EJAVEC keenam kali ini mengambil tema “Transformasi Ekonomi Jawa Timur: Menekan Ketimpangan, Meraih Pertumbuhan Berkelanjutan”.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi A Johansyah, mengatakan EJAVEC Forum merupakan forum strategis dalam mendukung kemajuan perekonomian regional Jawa Timur.

EJAVEC Forum yang mengupas berbagai isu strategis Jawa Timur dalam bentuk presentasi paper ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan tentang perekonomian Jawa Timur, sekaligus menggali rekomendasi dan solusi kreatif untuk mengatasi berbagai kendala yang ada di Jawa Timur.

“Forum diskusi pembahasan perekonomian Jawa Timur akan kurang efektif apabila tidak diimbangi dengan pengetahuan dan pemahaman yang sama oleh seluruh masyarakat dan pelaku ekonomi Jawa Timur. Untuk mewadahi hal tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan FEB Unair telah menyusun EJAVEC Journal,” katanya.

EJAVEC Journal merupakan karya ilmiah terpilih dalam penyelenggaraan EJAVEC Forum yang telah dihelat sebelumnya. EJAVEC Journal akan menjadi wadah bagi karya-karya ilmiah terapan mahasiswa, akademisi, pelaku ekonomi dan masyarakat umum yang akan mengupas mengenai perekonomian Jawa Timur dan memberikan usulan rekomendatif kepada Pemerintah Daerah serta Bank Indonesia.

“Hingga saat ini, telah terbit tiga (3) volume EJAVEC Journal sebagai publikasi dan rujukan bagi segala kalangan terhadap isu-isu strategis sosial ekonomi Provinsi Jawa Timur,” lanjut Difi.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Amanlison Sembiring menambahkan bahwa peran akademisi, dunia pendidikan dan para pelaku ekonomi menjadi sangat penting dalam memberikan gambaran arah perekonomian Jawa Timur ke depan sesuai dengan kondisi fundamental perekonomiannya.

“Untuk itu, melalui EJAVEC ini, kami ingin memperoleh pandangan dan masukan dari para peneliti di Indonesia tentang perekonomian Jawa Timur, sehingga memperkaya khazanah pengetahuan dan sudut pandang. Selain itu, kegiatan ini akan membantu meningkatkan kualitas dunia pendidikan melalui pendekatan research based untuk mengatasi persoalan-persoalan riil yang dihadapi Indonesia dan Jawa Timur,” paparnya.

Kegiatan tersebut menghasilkan 85 full paper, dan 45 full paper yang berhasil masuk dalam babak presentasi final. Tema yang diambil dalam EJAVEC Forum 2019 mempertimbangkan cukup tingginya tingkat ketimpangan di Jawa Timur, antara lain pembangunan infrastruktur di wilayah utara dan selatan, serta tingkat kesejahteraan antara daerah perkotaan dan pedesaan. Pada Maret 2019, penduduk miskin di daerah perkotaan tercatat sebesar 6,84%.

Penduduk miskin di daerah pedesaan tercatat dua kali lebih tinggi dibandingkan daerah perkotaan, yakni sebesar 14,43%. Kondisi tersebut mendorong pentingnya strategi pertumbuhan yang inklusif agar hasilnya dapat dinikmati lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat Jawa Timur dan meminimalkan disparitas serta kesenjangan ekonomi antar daerah akibat konektivitas yang masih terbatas.

Pelaksanaan EJAVEC 2019 ini pun menghasilkan beberapa pemenang dan diharapkan dapat mejadi rekomendasi dalam menyusun kebijakan daerah serta sebagai rujukan dalam menghadapi isu-isu strategis sosial ekonomi di Provinsi Jawa Timur. (q cox, Tama Dinie)

Reply