Gandeng Aktivis Lingkungan, Sampoerna Atasi Sampah Puntung Rokok

SURABAYA (Suarapubliknews) – Penanganan masalah sampah tak hanya menjadi beban satu sektor saja. PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), bersama masyarakat dan puluhan aktivis lingkungan berkolaborasi untuk membangun kesadaran bersama dalam mengatasi masalah sampah puntung rokok di Surabaya.

Stakeholder Relation and CSR Facilities Manager Sampoerna Indra Refipal mengatakan isu sampah tiap tahun selalu ada dan terus bertambah. Dampak dari sampah itu merugikan banyak pihak, termasuk di antaranya biota laut dan lingkungan lainnya.

“Berdasarkan banyak kajian tentang sampah, puntung rokok teridentifikasi sebagai bagian di dalamnya,” katanya disela Anti-Littering Community Day #SayaAjaBisa #PuntungItuSampah.

Secara global, penanganan sampah mendapat perhatian dari semua pihak. Semua ini sebagai wujud dan tanggung jawab Sampoerna dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ada sisi edukasi, serta menyiapkan tempat sampah yang bisa mengubah perilaku masyarakat.

“Tentunya kami tidak bisa kerja sendiri. Semua pihak harus bergandengan tangan agar gerakan bersama dalam menangani persoalan sampah dapat memberikan hasil maksimal. Ketika semua pihak bisa berjalan bersama, maka penanganan sampah bisa dilakukan dengan konsisten. Termasuk sampah puntung rokok,” papar Indra.

Kolaborasi yang dibangun dari berbagai sektor ini diharapkan bisa menjawab berbagai persoalan penanganan sampah terpadu dari hulu sampai hilir di berbagai kota. Dengan demikian, hal ini dapat menumbuhkan kesadaran bersama untuk peduli terhadap sampah, dimulai dari lingkungan paling kecil di Kota Pahlawan.

Pertemuan dengan komunitas di Surabaya memberikan harapan tentang inisiatif baru yang bisa dilakukan di masyarakat. Termasuk edukasi serta mengubah kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah puntung rokok secara sembarangan. Ada juga gerakan sosial perokok dewasa untuk membuang puntung rokok pada tempatnya.

Sampoerna berkomitmen untuk mengurangi dampak negatif sampah yang dihasilkan dari pasca-konsumen, termasuk masalah puntung rokok. Pihaknya pun meluncurkan kampanye #SayaAjaBisa dan #PuntungItuSampah untuk mengedukasi perokok dewasa serta mendorong mereka untuk membuang puntung rokok di tempat yang tepat. Sampoerna juga turut membagikan asbak portable khusus untuk perokok dewasa supaya mereka bisa menyimpan sampah puntung tersebut jika tidak menemukan tempat yang tepat.

“Kami juga menyadari kalau edukasi ini tak hanya dilakukan dari satu sektor saja. Sehingga membutuhkan kolaborasi dengan komunitas masyarakat, aktivis lingkungan serta media secara luas di berbagai daerah di Indonesia. Anti-Littering Community Day ini menjadi wadah dalam menyampaikan gerakan anti sampah puntung rokok yang coba kami gagas bersama,” jelasnya.

Koordinator Sea Soldier Surabaya, Agnesia Wulandow, menuturkan, untuk membangun kesadaran dalam penanganan sampah memang butuh kerja dari berbagai pihak. Penanganan sampah tentu tidak hanya mengandalkan dari pemerintah saja.

“Sehingga ada kesadaran yang terbangun secara masif di tingkat masyarakat. Harus ada gerakan yang memulai serta mengedukasi di masyarakat. Sehingga sejak dini mereka sudah bisa memahami bahaya sampah,” tuturnya.

Ia melanjutkan, sampah puntung rokok sendiri sampai saat ini menjadi persoalan yang belum terpecahkan. Bahkan, sampah ini mudah dijumpai di sepanjang pantai serta laut yang ada di Indonesia. Termasuk juga sungai-sungai yang membentang di sepanjang kawasan Kota Surabaya.

Sejak di hulu, sampah puntung rokok harusnya bisa diatasi. Gerakan bersama ini harus bisa diciptakan untuk bisa menjadi tradisi baik yang bisa dilakukan warga. Artinya masyarakat diberikan edukasi untuk membuang sampah puntung rokok pada tempatnya.

“Cara ini bisa dilakukan dengan menyediakan tempat sampah di berbagai perkampungan maupun tempat publik yang bisa diakses oleh warga. Sehingga masyarakat tahu harus membuang puntung rokoknya. Sejak di kampung-kampung, sarana ini harus ada dan kelihatan oleh warga,” lanjutnya. (q cox, Tama Dinie)

Reply