ITS Terima 7.061 Mahasiswa Tahun Akademik 2019/2020

SURABAYA (Suarapubliknews) – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) telah menerima total sebanyak 7.061 calon mahasiswa baru tahun akademik 2019/2020 dari semua jalur yang ada.

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS, Prof Dr Ir Adi Soeprijanto MT mengatakan dalam laporan penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2019/2020 bahwa dari sejumlah 7.061 mahasiswa baru yang dinyatakan diterima di ITS terbagi menjadi 5.281 mahasiswa sarjana (S1), 831 mahasiswa sarjana terapan (D4), dan 949 mahasiswa pascasarjana (S2 dan S3).

“Dari 7.061 calon mahasiswa yang dinyatakan diterima ITS tersebut, sebanyak 5.158 orang yang telah melakukan daftar ulang. Dengan rincian, sebanyak 1.520 mahasiswa dari jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), 1.122 mahasiswa jalur Program Kemitraan dan Mandiri (PKM), 243 mahasiswa jalur International Undergraduate Program (IUP) atau Kelas Internasional, 619 mahasiswa jalur Sarjana Terapan, 1.212 mahasiswa jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), dan 411 mahasiswa pascasarjana,” katanya.

Pada program sarjana juga terdapat 31 mahasiswa baru dari program Afirmasi Dikti (Adik) dan delapan mahasiswa baru dari Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB). Program Adik sendiri merupakan bentuk keberpihakan pemerintah untuk membantu perguruan tinggi mencari dan menjaring calon mahasiswa dari Provinsi Papua dan Papua Barat serta daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T).

Seperti diketahui, PBSB adalah sebuah program afirmatif perluasan akses santri untuk melanjutkan studi sarjana dan profesi. Yakni melalui suatu program yang terintegrasi mulai dari proses kerjasama, pengelolaan, sistem seleksi khusus bagi santri, serta pemberian bantuan pembiayaan yang diperlukan bagi santri yang memenuhi syarat, sampai dengan pembinaan masa studi dan pembinaan pengabdian setelah lulus.

ITS juga telah menerima mahasiswa asing sebanyak 46 orang yang berasal dari berbagai negara di dunia. “Mereka semua berasal dari 19 negara berbeda yang ada di dunia ini,” papar dosen Departemen Teknik Elektro tersebut.

Prof Dr Mochamad Ashari dalam sambutannya menyampaikan, semua mahasiswa baru ITS yang telah dikukuhkan tersebut merupakan generasi emas ketika 100 tahun peringatan kemerdekaan Indonesia nanti.

“Negara Indonesia sangat menunggu kontribusi kalian semua. Sebenarnya apa yang diperjuangkan bukan untuk pribadi, akan tetapi kontribusi anda untuk negara, jadi marilah bahu membahu membangun ITS untuk prestasi lebih baik,” katanya. (q cox, Tama Dinie)

Reply