Jaga Pertumbuhan Ekonomi, Tingkatkan Sektor Pariwisata dan Pertanian

PROBOLINGGO (Suarapubliknews) – Beragam potensi yang ada di Jawa Timur diyakini Bank Indonesia dapat menjaga pertumbuhan perekonomian tetap kondusif. Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi A Johansyah dalam pelatihan wartawan ekonomi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi A Johansyah mengatakan di tahun 2019 ada beberapa sektor yang menjadi sentra tumbuh kembang ekonomi, bakal dikembangkan secara serius. Antara lain pariwisata dan pertanian.

“Keduanya akan terus kita upayakan sehingga terus mendongkrak perekonomian kita hingga terus diatas 5 persen, dan terus bisa kita pertahankan sepanjang 2019. Khususnya pertanian yang berorientasi ekspor lewat program kluster,” katanya.

Kepala Perwakilan BI Malang Azka Subhan A. mengatakan BI Malang di 2019 akan fokus pada pengembangan bawang putih, padi organik, dan kopi lewat program kluster. Ketiga komoditas tersebut, sangat potensial untuk memasuki pasar ekspor dan mengurangi impor.

“Namun untuk memasuki pasar ekspor, tentu komoditas-komoditas tersebut harus mempunyai keunggulan kompetitif sehingga dapat diterima pasar. Oleh karena itulah, perlu lebih diperbaiki lagi sisi budi dayanya. Misalnya untuk kopi maka perlu memilih bibit yang baik, pohon pelindung, dan pemakaian,” paparnya.

Di sektor wisata, Jatim sudah tidak diragukan lagi potensinya. Di berbagai kota seperti Malang, Batu, Banyuwangi berkembang dan terus mengalami kemajuan. “Salah satu yang kita prioritaskan kali ini Taman Wisata Bromo Tengger Semeru (BTS) yang sangat berpotensi menyedot wisatawan domestik maupun asing,” ungkap Difi.

Perkembangan ekonomi Jawa Timur sangat ditunjang oleh konektifitas di pulau jawa yang semakin baik ke depannya. “Akses transportasi yang semakin baik, dengan dibangunnya tol yang menyambungkan dari kota ke kota akan meningkatkan produktifitas masyarakat, sehigga memacu pertumbuhan ekonomi melalui industri dan pariwisata,” tuturnya.

Difi optimistis dengan adanya konektivitas kemudian didorong dengan upaya yang ada, akan membuat pertumbuhan ekonomi Jatim mencapai 5,5 persen, atau naik dibanding tahun 2018 yang mencapai 5,2 persen. (q cox, Tama Dinie)

Reply