Kecanduan Narkoba, Siswi di Surabaya Jadi Korban Ngesek Masal

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Sangat miris melihat kejadian pencabulan seorang anak SMP berusia 13 tahun yang digilir disetubuhi delapan anak bawah umur. Korban bernama Bunga (nama samaran) itu dicabuli oleh delapan temennya sendiri yang masih satu kampung.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang ikut hadir saat jumpa pers di Polrestabes Surabaya mengatakan bahwa peristiwa ini ada benang merahnya dengan penutupan eks lokalisasi Dolly. Makanya, dia sangat nekat untuk menutup Dolly karena memang ingin menyelamatkan anak-anak di Surabaya.

“Ini seperti gunung eks. Ini sekarang terbukti,” kata Risma usai jumpa pers. Kamis, (12/5/2016) kemarin.

Oleh karena itu, Risma meminta kepada seluruh orang tua untuk selalu mengawasi lebih ketat anak-anaknya, supaya kejadian yang sama tidak kembali terjadi di Kota Surabaya. “Walaupun masih SD dan SMP harus diawasi,” ujarnya.

Risma juga memastikan akan menutup warnet yang menyimpan file video porno, karena itu sudah melanggar peraturan. Penutupan itu juga dipicu oleh pengakuan salah satu pelaku yang mengaku bahwa melihat video porno itu di warnet di kawasan Kalibokor.

“Kalau ada warnet yang ketahuan menyimpan file video porno, saya akan langsung tutup dan tidak akan memberi izin selamanya,” tegasnya.

Para pelaku adalah MI (9 tahun) SD kelas 3, MY (12 tahun) kelas 6 SD, BS (12 tahun) kelas 5 SD, JS (14 tahun) kelas 2 SMP, AD (14 tahun) kelas 2 SMP, LR (14 tahun), HM (14 tahun), AS (14 tahun) yang masih sama-sama duduk di bangku kelas 3 SMP.

“Jadi, para tersangka di bawah umur dan korbanya juga di bawah umur,” kata Kapalrestabes  Surabaya Kombespol Iman Sumantri saat jumpa pers.

Awalnya, korban dicabuli oleh AS sejak usia 4 tahun. Bahkan, beberapa kali korban juga dicekoki pil koplo Double L, sehingga Bunga ketagihan pil dan seks. “Sejak Bulan April 2016, AS mengajak temen-temennya untuk mencabuli korban,” kata dia. (q cox, BS)

Reply