Kerik Jamu, Pinjam Buku Dengan Sampah Plastik

SURABAYA (Suarapubliknews) – Plastik menjadi salah satu masalah bidang lingkungan di Indonesia sedangkan kurang membaca menjadi masalah bidang pendidikan. Seorang remaja berusia 18 tahun meluncurkan program Kerik Jamu untuk menciptakan generasi gemar membaca dan cinta lingkungam.

Pengagas Tuker Plastik – Pinjam Buku (Kerik Jamu), Oliver Utomo Budiman mengatakan Kerik Jamu adalah satu langkah kecil yang dapat dilakukan agar anak tertarik dan terbiasa membaca buku.

“Kebiasaan membaca buku pada anak dipercaya memberikan berbagai manfaat dan menambah wawasan terhadap anak. Buku-buku yang ada di lemari perpustakaan mini Kerik Jamu beragam mulai dari buku cerita rakyat, cerita anak modern, komik hingga tokoh terkenal sehingga diharapkan anak dapat tertarik melihat dan membacanya,” katanya.

Berawal dari hobi Oliver membaca buku di waktu luang dan sudah merasakan manfaatnya, tetapi Ia juga menyadari banyak anak Indonesia yang mungkin kurang beruntung karena terbatasnya akses maupun fasilitas untuk membaca buku anak-anak yang berkualitas.

“Jadi saya terpikir ide untuk menularkan virus baca buku dengan menyediakan akses ke buku di tempat yang mudah terlihat dan sering dikunjungi Ibu dan anak, salah satunya Alfamart. Anak-anak bisa datang ke Alfamart, untuk mendapatkan dan melihat buku-buku bacaan yang bisa mereka pinjam hanya dengan membawa plastik, bisa botol plastik, atau plastik lainnya,” terang Oliver.

Sebagai Kota pemilik moda transportasi “Suroboyo Bus” yang nyaman namun tetap mengedukasi penduduk untuk memilah dan memanfaatkan sampah plastik yang dihasilkan, program Kerik Jamu memilih Surabaya sebagai kota pertama implementasi karena dinilai sebagai kota yang sudah teredukasi baik dengan sampah plastik.

General Manager Corporate Communication Alfamart, Nur Rachman mengatakan kerja sama ini cukup bagus. Adanya perpustakaan mini di toko Alfamart membangun kepedulian anak sejak dini terhadap lingkungan. “Sebagai perusahaan ritel berjaringan, kami terus berupaya menghadirkan fasilitas yang lebih lengkap bagi masyarakat,” katanya.

Saat ini perpustakaan mini Kerik Jamu hadir di 50 toko Alfamart di wilayah Surabaya, Sidoarjo, Gresik selama tiga bulan ke depan. “Harapannya, program ini mampu meningkatkan literasi yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia,” lanjut Nur Rachman.

Mengusung tema Waktunya Anak Indonesia Bercerita, Oliver ingin mengajarkan ke generasi dibawahnya supaya peduli dengan bumi yang ditinggalinya dengan mulai menyadari bahwa sampah plastik harus dipilah sendiri. “Ini muncul saat saya ikut satu pelatihan tinggal di alam terbuka selama sebulan dan saya sadar akan isu sampah plastik di Indonesia yang sudah mencemari lautan,” lanjut remaja yang menempuh pendidikan di Amerika Serikat ini.

Dimasa mendatang, Oliver berharap program sederhana ini mampu memberikan nilai lebih serta manfaat bagi generasi muda terkait dengan minat baca. “Tapi tidak itu saja, karena melalui program ini sebenarnya anak-anak juga diajari ikut menjaga lingkungan,” pungkasnya.

Dalam program ini setiap peminjam buku harus menyetor 3 jenis sampah plastik untuk meminjam 1 buku. Ibu atau anak dapat meminjam buku tersebut selama seminggu dan menukarnya dengan buku lain dengan menyetor kembali sampah plastik hariannya.

Peluncuran program Kerik Jamu dilaksanakan di Surabaya Creative Hub dalam kompleks Perpustakaan Bank Indonesia, dengan menghadirkan sejumlah siswa sekolah dasar, Komunitas Kumpul Dongeng, dan perwakilan Bank Indonesia, serta Alfamart. (q cox, Tama Dinie)

Reply