Larang Penggunaan Lapangan Hoki, Dispora Surabaya Dituding Arogan

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surabaya dituding arogansi. Sikap arogan tersebut, ditunjukkan dengan larangan pemakaian Lapangan Hoki Dharmawangsa, Surabaya, oleh tim Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Hoki Jawa Timur (Jatim).

“Kenapa pihak Dispora Surabaya jadi semakin arogan. Ini kan fasilitas umum yang seharusnya bisa dimanfaatkan oleh orang banyak, bukan melarang sampai seperti ini,” kata Pelatih tim Puslatda Hoki Putri Jati , Suryanto Agung kepada wartawan di Surabaya, Kamis (23/11/2017).

Suryanto pantas kecewa dengan sikap arogan Dispora Surabaya. Lapangan bertaraf internasional ini bisa lebih jelas kegunaanya jika dimanfaatkan dengan benar. Bukan sebaliknya melarang pihak-pihak yang ingin berlatih.

“Dipakai atau tak dipakainya lapangan tetap akan rusak jika maintenance digunakan sebagai alasan mereka untuk melarang kami memakai lapangan. Apalagi lapangan senilai Rp 20 Miliar ini bergaransi hingga sekitar 5 tahunan, akan lebih bermanfaat jika dipakai,” ujarnya.

Sehari sebelumnya, tim Puslatda Hoki Jatim mengalami pengusiran pada Rabu (22/11/2017) kemarin. Larangan berlatih kali ini sangat merugikan tim hoki Puslatda Hoki Jatim. Persiapan menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) serta dipromosikan menghadapi PON 2020 Papua, menjadi terganggu.

Manajer Tim Puslatda Hockey Jatim, Didiek Harjanto, bahkan Rabu kemarin sempat bersih tegang dengan salah satu pengelola lapangan. “Mas, masa sekarang lapangan pagarnya digembok, atlet-atlet jadi tidak bisa dipakai dong,” ucapnya.

Mantan atlet Hockey era 80’an ini menganggap, apa yang dilakukan pihak Dispora Surabaya ini sudah terbilang sabotase, karena melarang para atlet berlatih di Lapangan Hockey Dharmawangsa. “Ini sudah sabotase. Ini kan untuk kepentingan orang banyak, bukan hanya Surabaya, tapi lebih luas lagi, yakni Jawa Timur,” tegasnya. (q cox, Wb)

Reply