Lomba Makan Kerupuk Raih MURI

JAKARTA (Suarapubliknews) – Siapa sangka lomba makan kerupuk dalam rangka merayakan kemerdekaan Indonesia yang ke-74 mempu memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan kategori “Lomba Makan Kerupuk di Lokasi Terbanyak”.

Kepala Urusan Pengembangan Bisnis dan Komersial Sampoerna, Henny Susanto mengatakan Lomba Makan Kerupuk serentak di puluhan ribu toko kelontong ini adalah inisiatif dari paguyuban Sampoerna Retail Community untuk warga setempat.

“Kami berharap UKM binaan kami semakin berkembang dan kehadiran SRC dapat terus diterima dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya di sela-sela acara penyerahan rekor MURI kepada SRC.

SRC adalah toko kelontong masa kini yang tergabung dalam program pembinaan dan pendampingan Sampoerna yang berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing toko kelontong. Tidak hanya sebagai tempat berbelanja kebutuhan sehari-hari, toko kelontong SRC menawarkan peran sebagai tempat warga saling berinteraksi.

Sejak pertama kali dibentuk pada tahun 2008, SRC senantiasa menggelar rangkaian kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat setempat seperti donor darah, bersih-bersih lingkungan, hingga perlombaan pada hari kemerdekaan.

Perlombaan antar warga yang sarat nilai persatuan ini adalah bagian dari tradisi mengenang jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Sebanyak 27.148 toko kelontong yang tergabung dalam jaringan SRC di 34 provinsi di Indonesia secara serentak menggelar Lomba Makan Kerupuk.

Pemilik toko kelontong SRC Wakiran di Jakarta, Partiningsih mengaku bangga dapat berpartisipasi bersama keluarga besar SRC di berbagai provinsi dapat merayakan kemerdekaan Indonesia yang ke-74 secara serentak, yang pada akhirnya juga berhasil mencetak Rekor MURI.

“Awalnya, kegiatan ini merupakan inisiatif kami untuk bisa lebih dekat dengan warga sekitar. Harapan kami, masyarakat semakin sering berbelanja di toko kelontong kami,” harapnya.

Sejak bergabung pada 2009 salah satu dampak positif yang dirasakan SRC Wakiran adalah adanya pembinaan intensif, seperti pentingnya pelayanan prima (excellent service) kepada konsumen yang diberikan kepada pemilik toko dengan mengutamakan keramahan dan keakraban yang dibangun agar konsumen merasa nyaman dan senang berbelanja di SRC Wakiran.

Selain itu, kenyamanan dan kerapihan toko menumbuhkan kesetiaan konsumen terhadap Toko Wakiran sehingga pendapatan yang diperoleh pun semakin besar dibandingkan dengan pendapatan sebelumnya. Hal ini karena pengelolaan toko yang lebih teratur dan harga yang tetap bisa bersaing.

“SRC memberi peluang dan tempat untuk masyarakat yang ingin menitipkan produknya untuk dijual sehingga kehadiran SRC tidak hanya memberikan manfaat bagi pemilik toko tetapi juga masyarakat yang memiliki usaha kecil rumahan, produk yang bisa dititipkan dalam toko,” tandas Partiningsih. (q cox, Tama Dinie)

Reply