Namanya Masuk Bursa Cawapres, Risma: Aku Sedih, Mules Terus

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Beralasan jika jabatan itu mempunyai tanggung jawab yang besar, lagi lagi Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya tetap dengan jawaban menolak, meski namanya masuk dalam bursa Calon Wakil Presiden.

“Aku jadi Wali Kota mumet, nanti setelah jadi Wali Kota jadi wartawan. Komunikasi opo, onok ae. Aku di Surabaya teman teman juga tahu kegiatanku penuh,” candanya di ruang kerja Balai Kota Surabaya, Rabu (25/4/2018).

Bahkan dia mengaku sangat sedih dan mules, jika namanya kembali dikaitkan dengan beberapa Pemilu belakangan ini. Karena sebelumnya, nama Risma juga terus disebut saat Pilkada DKI dan Pilgub Jatim.

“Sering disebut, aku sedih, mules terus. kemarin DKI, populer opo padane artis,” ujarnya sambil memegang perut.

Menurut kader PDIP ini, jika semakin tinggi jabatan maka semakin besar tanggungjawab yang harus ditanggungnya. Meskipun beberapa mengatakan jika popularitas namanya masih terus melambung.

“Populer opo padane artis, 2,7 persen sak piro rek. Walah-walah, aku ini sopo sih. Dipertimbangkan opone. Aku cawapresmu ae mari, onok ae awakmu iku rek,” tambahnya sambil tersenyum.

Bahkan Risma menyatakan tetap akan berusaha menolak meskipun suatu saat datang amanah yang mengharuskan. Namun, ia juga menegaskan jika amanah merupakan rahasia Tuhan dengan dirinya yang tidak bisa dihindari.

“Jadi nanti tuhan yang atur, amanahku opo aku tidak tahu. Yang jelas harus nolak karena berat, karena itu berat tanggung jawabe,” katanya.

Saya sudah sampaikan ke teman teman, lanjut Risma, jabatan tidak boleh diminta, tanggung jawabe abot rek. Teman teman bisa tak tipu, tapi apa bisa aku nipu sama tuhan. Gampang nipu teman teman, ngomong ae gampang tapi tanggungjawabe abot, berat sekali itu menyangkut manusia.

Risma berusaha menceritakan kejadian saat jelang Pilkada DKI, jika sebenarnya telah mendapatkan dukungan dari 10 partai.

“Sekarang saya mau bilang, saya buka karena masanya sudah lewat. Waktu di DKI 10 partai ke aku serius, aku ditungggui waktu pergi keluar negeri transit di Hongkong, 10 partai nunggui aku serius. Kalau ada kemampuan saya nolak dan sepanjang aku bisa nolak akan kutolak karena abot iku,” tegas Risma.

Oleh karenanya, dia menegaskan, jika dirinya gila jabatan maka sudah memilih maju di Pilkada DKI. “Nek gendeng jabatan budal aku nang DKI, budal rek. Jangankan ngomong iya, doa ae ora wani, Ya Allah jadikan wapres ora wani,” pungkasnya. (q cox)

Reply