PDIP Gresik: Coblos Gus Ipul-Puti, Amankan Jokowi

GRESIK (Suarapubliknews.net) – PDI Perjuangan (PDIP) Gresik menyatukan kampanye Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno dengan sosialisasi “Jokowi 2 periode.”

Seluruh jajaran pengurus PDIP dari 18 kecamatan di Gresik dikerahkan untuk turun intens ke masyarakat. “Semua bergerak. Kita ajak masyarakat, coblos Gus Ipul-Mbak Puti, kita perjuangkan Jokowi sebagai presiden 2 periode pada 2019,” kata H. Siti Muafiyah, Ketua DPC PDIP Gresik, Selasa (29/5/2018).

Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno adalah kandidat nomor 2 Pilkada Jawa Timur, yang dicalonkan PDIP bersama sejumlah partai politik lain, yakni PKB, PKS dan Gerindra.

“Mbak Puti adalah kader PDIP. Cucu Bung Karno. Pewaris ajaran ideologis dari kakeknya. Sedang Gus Ipul adalah kader NU. Cicit pendiri NU, KH Bisyri Syansuri. Pasangan ini perpaduan religius dan nasionalis,” kata Muafiyah.

Sedangkan Presiden Jokowi telah ditetapkan PDIP sebagai Calon Presiden 2019. Penetapan itu dilakukan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam Rakernas III di Bali, 23 Februari 2018.

“Pak Jokowi juga kader PDI Perjuangan. Beliau lahir dari PDI Perjuangan, dibesarkan dan dijaga oleh kami, sampai hari ini,” kata Muafiyah.

Dia menambahkan, pergerakan PDIP di Gresik dalam menyatukan dua hal tersebut, dilakukan dengan mendatangi langsung pemilih di rumah-rumah, dalam pertemuan terbatas dengan kelompok-kelompok masyarakat, dan melalui kampanye keluar-masuk kampung.

Senin sore kemarin, misalnya, sebanyak 18.000 takjil dibagikan oleh jajaran kader dan pengurus PDIP Gresik, di 18 kecamatan. “Ini akan terus kami lakukan, sampai coblosan tiba, Rabu 27 Juni 2018,” kata Muafiyah.

Menghadapi Lebaran Idul Fitri, dimana arus mudik membeludak ke kampung-kampung, dan antar warga masyarakat saling unjung-unjung, saling silaturahmi dan bermaaf-maafan, PDIP Gresik juga tidak akan berhenti.

“Kami akan selipkan pesan, jangan lupa memilih nomor 2 di bilik suara, pada Pilkada Jawa Timur. Kita jaga dan hantar kembali Pak Jokowi pada 2019,” kata Muafiyah. (q cox)

Reply