Peduli Paliatif, PT Rapi Trans Logistik Beri 1 Unit Mobil Khusus

SURABAYA (Suarapubliknews) – Kematian akibat penyakit kronis terus meningkat seiring dengan dengan perkembangan teknologi, perubahan gaya hidup, dan pola makan. Tingginya tingkat kematian akibat penyakit serius membuat WHO menyarankan untuk melakukan perawatan paliatif yang dianggap dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.

Namun sayangnya perawatan paliatif khususnya, rawat jalan serta kunjungan (rawat rumah) malah sering mengakibatkan cedera fatal pada penderita dikarenakan jarang adanya armada selain ambulan yang dapat memfasilitasi pasien untuk melakukan pemerikasaan ke rumah sakit.

Founder sekaligus Presiden Direktur PT Rapi Trans Logistik Indonesia, Sulaksono mengatakan berdasarkan pengalaman ketika harus merawat sang ibu serta saudara iparnya yang kesulitan saat harus melakukan pemerikasaan ke rumah sakit, Ia berinisiatif merombak sebuah mobil khusus yang dapat mempermudah pasien.

“Terpikirnya saat berobat ke Singapura saya melihat ada mobil khusus yang dirancang untuk pasien yang harus menggunakan kursi roda. Karena kalau harus membopong pasien kasihan, bisa mengakibatkan cedera kalau tidak benar memindahkannya,” katanya saat penyerahan 1 unit mobil paliatif kepada Yayasan Paliatif Surabaya.

Mobil mini fan yang dilengkapi dengan track khusus dan pengaman untuk kursi roda ini dirancang sendiri dan memakan waktu selama 4 bulan untuk menyempurnakannya. “Memang sederhana tapi saya berharap dapat membantu pasien saat harus melakukan pemeriksaan,” katanya.

Direktur Finance dan Accounting PT Rapi Trans Logistik Indonesia, Fortunata Riani menambahkan bergerak dibidang transportasi dan logistic membuat perusahaannya memiliki ide untuk melakukan Corporate Social Responsibility perdananya dengan menyumbangkan sebuah mobil paliatif.

“Karena kami bergerak dibidang transportasi khususnya darat dan kami melihat di Surabaya belum ada mobil yang khusus untuk pasien paliatif maka mobil ini lah yang kami sumbangkan. Kebetulan kami juga memiliki bengkel sendiri jadi mudah bagi kami untuk memodifikasi sebuah mobil yang kami inginkan,” tambahnya.

Sementara itu Ketua Yayasan Paliatif Surabaya, Lizza Hendriadi mengatakan pihaknya sangat bersyukur mendapatkan bantuan ini, mengingat sulitnya para relawan saat harus melakukan home care kepada para pasien.

“Biasanya relawan harus menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum seperti taxi online. Tentunya itu tidak mudah saat harus memidahkan pasien. Kami meyerahkan kepada relawan paliatif Kristus Raja untuk memanfaatkan mobil ini,” katanya. (q cox, Tama Dinie)

Reply