Pemkab Kediri Gelar FGD Pengadaan Barang dan Jasa

BATULICIN (Suarapubliknews) – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pengadaan barang dan jasa di ruang rapat bersujud, Selasa 11/02/2020.

Kegiatan diskusi dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu H Rooswandi Salem, diikuti oleh para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkungan Pemerintah Daerah Tanah Bumbu.

Sambutannya Sekretaris Daerah Tanah Bumbu H Rooswandi Salem mengatakan kegiatan Focus Group Discussion ini merupakan upaya Pemerintah Daerah dalam menyelaraskan dan menyamakan pemahaman dalam tata kelola pemilihan penyedia barang jasa.

Lanjutnya, kegiatan diskusi ini adalah salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dalam rangka menyelaraskan dan menyamakan tata kelola pemilihan penyedia antara pejabat pembuat komitmen dengan pokja pemilihan dan pejabat pengadaan pada unit kerja pengadaan barang jasa.

“Kedepan masing-masing pihak benar-benar memahami fungsinya serta bisa bersinergi untuk melaksanakan pengadaan barang jasa sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan,” ucapnya.

“Saya berharap kepada para peserta agar kedepan tidak ada lagi keterlambatan proses pemilihan penyedia barang jasa yang akan berakibat keterlambatan penyerapan anggaran sehingga mengakibatkan menurunnya fungsi pelayanan kepada masyarakat,” harapnya.

Sekda pun berpesan kepada seluruh peserta supaya berhati-hati dan bekerjalah sesuai dengan aturan, mulai dalam tahap perencanaan, persiapan dan pelaksanaan pengadaan barang jasa.

“Laksanakanlah dengan mengikuti aturan yang berlaku, sehingga semua pihak yang terlibat dalam pengadaan barang jasa dapat melaksanakan tugas secara tertib dan disertai rasa tanggung jawab untuk mencapai sasaran, kelancaran dan ketepatan tujuan pengadaan barang jasa serta bekerja secara profesional, berintegritas dan mandiri,” pungkasnya.

Kegiatan ini juga dihadiri, perwakilan Kajari Tanah Bumbu, perwakilan Polres Tanah Bumbu dan seluruh Kepala SKPD dilingkup Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu. (q cox, Imran)

Reply