Peringati HUT RI, MAN Surabaya Tebar 10.000 Bibit Ikan di Kali Jagir

Memanfaatkan momen kemerdekaan RI ke-70 tahun ini, Madrasah Aliyah Negeri Surabaya (MAN) yang berlokasi di jalan Wonorejo Timur No 14, Surabaya melakukan kegiatan penebaran 10.000 benih ikan di kawasan sungai Jagir Surabaya.

SURABAYA (SPNews) – Menurut Drs. Denny Mahmud Fauzi, S.Pd. selaku Kepala Sekolah MAN Surabaya bahwasannya kegiatan ini untuk mengapresiasi HUT RI ke-70 sekaligus bentuk kepedulian terhadap kondisi alam khususnya di Kota Surabaya.

“Masalah polusi, kepunahan alam sekitar dan berkurangnya kesadaran serta kepedulian manusia akan keberadaan lingkungan menjadi salah satu faktor utama kami untuk memberi perhatian dan menjaga keseimbangan alam sekitar. Pihak sekolah dan para siswa sangat bangga dapat memberi sumbangsih dalam kegiatan penebaran bibit ikan di sungai Jagir ini.” tambahnya.

Dalam acara Bakti Sosial Penebaran Benih Ikan di Sungai Jagir yang digelar hari ini (17/08) oleh pihak MAN Surabaya juga didukung Kepala Kecamatan Wonorejo Ridwan Mubarun, Danramil 0831/05/Rungkut Mayor Inf. Supriyo T. W., Ketua Forum Komunikasi Polisi Masyarakat (FKPM) Djoko Suwondo serta melibatkan 300 siswa MAN Surabaya dimana sebagian besar terlibat sebagai kelompok pecinta alam (PA) Armanspala.

Benih ikan yang disebar di sungai Jagir sebanyak 10.000 ekor terdiri dari jenis ikan Nila, Lele dan Bader dengan menggunakan perahu tambang di bantaran sungai Jagir daerah Wonorejo Timur. Ridwan Mubarun menyatakan bahwa kegiatan ini sangat spesial, khususnya pada HUT RI ke-70, menurutnya angka 70 sendiri merupakan angka keramat dan sangat baik untuk melakukan kegiatan positif sebagai ajang apresiasi terhadap kemerdekaan Indonesia.

“ Saya sangat mendukung program-program kepedulian lingkungan khususnya di wilayah Wonorejo yang diselenggarakan oleh beberapa pihak lainnya, contohnya MAN Surabaya, melalui penebaran benih ikan ini diharapkan populasi ikan di sungai Jagir sendiri tidak segera punah. Hal ini sangat mendukung program ekowisata di Wononerjo sendiri dalam program pengembangan wisata dan pelestarian alam sekitar.” tambahnya.

Hal yang senada juga disampaikan oleh Mayor Inf. Supriyo T. W. Khususnya, Danramil 0831/05/Rungkut juga mendukung langkah-langkah konkret dalam pelestarian lingkungan.

“Hal ini merupakan salah satu bentuk konkret untuk menjaga stabilitas keberadaan alam sekitar. Membantu memberi solusi masalah lingkungan Kota Surabaya dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.” ungkapnya.

Tak jauh berbeda dengan FKPM, Djoko Suwondo juga berpendapat hal yang sama namun langkah konkret dari FKPM ditindaklanjuti dengan melakukan kerjasama dibidang pendidikan dengan MAN Surabaya dalam bentuk pelatihan dan pengajaran tentang pelestarian alam.

Beliau juga membenarkan apa yang telah disampaikan oleh Kepala Sekolah MAN Surabaya bahwasannya MAN Surabaya akan bekerjasama untuk memberi pendidikan dalam bidang kurikulum pelajaran biologi mengenai pelestarian ekosistem alam dan hal tersebut akan segera diimplementasikan dalam tahun ajaran baru tahun ini.

Dari kelompok pecinta alam Armanspala sendiri selaku panitia penyelenggara kegiatan bakti sosial merasa puas dan bangga dengan apa yang telah dicapai saat ini. Kegiatan pecinta alam di MAN Surabaya sendiri tidak hanya melulu mengenai pendakian gunung atau sejenisnya melainkan banyak program yang dikerjakan seperti konservasi maupun penelitian alam.

Nasrullah Ismail selaku Ketua Panitia acara Bakti Sosial dan Ageng Assadul selaku Ketua Umum Armanspala keduanya merupakan salah satu contoh siswa MAN Surabaya dari 300 siswa yang tergabung dalam pecinta alam disekolahnya mencoba memberikan bukti nyata atas kepedulian terhadap keadaan lingkungan sekitar.

Tujuan yang ingin dicapai adalah keseimbangan dan pelestarian alam sekitar juga sebagai contoh bagi SMA sejawat di Kota Surabaya. Armanspala sendiri telah memiliki prestasi seperti Juara 1 Halang Rintang yang diadakan oleh Unesa tingkat SMA se Jawa Timur dan Juara 3 Lomba Dayung tingkat SMA se Surabaya kategori Putri. Hal ini benar-benar dimanfaatkan oleh Armanspala sebagai stimulan dan penyemangat untuk terus melakukan kegiatan-kegiatan yang bersinergi dengan pelestarian alam. (q cox, Bay)

Reply