OJK: Pertumbuhan Sektor Keuangan Jatim di Dorong BPR-BPRS

PASURUAN (Suarapubliknews.net) – Sektor keuangan di Jawa Timur mencatatkan kinerja yang positif pada triwulan I tahun 2018, Itu tercermin dari peningkatan volume usaha perbankan yang mencapai sebesar sembilan persen (yoy).

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jawa Timur, Heru Cahyono, mengatakan Kinerja positif perbankan di Jawa Timur tersebut tidak terlepas dari peran serta industri BPR dan BPRS yang pertumbuhan aset, DPK, dan kreditnya masing-masing mencapai 8,59 persen, 11,37 persen dan 4,96 persen (yoy).

“Fungsi intermediasi BPR dan BPRS di Jawa Timur cukup baik dengan rasio L/FDR masing-masing 75,13 persen dan 114,2 persen,” katanya, pada Evaluasi Kinerja BPR dan BPRS Triwulan I tahun 2018.

Pertemuan tahunan kali ini mengangkat tema “Penguatan Good Corporate Governance (GCG) Untuk Mewujudkan Industri BPR/S Yang Sehat dan Berdaya Saing”. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Direksi dan Komisaris dari 116 BPR dan 13 BPRS di bawah pengawasan Kantor Regional 4 Jawa Timur.

Heru berpendapat, risiko kredit BPR dan BPRS tergolong cukup tinggi. Itu tercermin pada rasio NPL/F masing-masing 7,58 persen dan 9,24 persen. Namun demikian, rasio kecukupan modal BPR dan BPRS masih tergolong memadai untuk menyerap dampak risiko tersebut dengan CAR masing-masing sebesar 33,86 persen dan 31,61 persen.

OJK berharap, pengurus BPR dan BPRS di Jawa Timur memperhatikan potensi peningkatan jumlah kredit atau pembiayaan bermasalah dengan senantiasa memantau secara ketat perkembangan kualitas kredit yang disalurkan.

Khusus untuk BPR dan BPRS yang rasio NPL/F nya telah mencapai lebih dari 5 persen, OJK mewajibkan untuk menyusun langkah-langkah penyelesaiannya yang komprehensif dan realistis dalam sebuah rencana tindak (action plan). (q cox, Tama Dinie)

Reply