Petik Keuangan 2019 Menuju Jatim Well Financial Literate

SURABAYA (Suarapublinews) – Pemerintah melalui Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) menargetkan indeks keuangan inklusif tahun ini sebesar 75%, sedangkan indeks literasi keuangan ditargetkan sebesar 35% pada akhir tahun 2019.

Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur, Heru Cahyono mengatakan target ini meningkat pesat dibandingkan lima tahun lalu yang masih berada di angka 36%. Saat ini capaian atas inklusi keuangan di Indonesia telah mencapai 67% persen dari jumlah populasi pada tahun 2016 lalu.

“Jumlah itu setara 84 persen dari target 75 persen populasi pada tahun 2019. OJK optimis bahwa tahun ini target tersebut dapat tercapai,” katanya.

Berdasarkan survey literasi dan inklusi keuangan yang dilaksanakan oleh OJK tahun 2016, indeks literasi keuangan Jawa Timur sebesar 35,58% atau lebih tinggi dibandingkan dengan indeks literasi keuangan Nasional sebesar 29,66%.

“Sedangkan indeks inklusi keuangan Jawa Timur sebesar 73,25% lebih tinggi dibandingkan dengan indeks inklusi keuangan Nasional sebesar 67,82%,” lanjut Heru.

Salah satu upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Jatim ini, OJK bersama dengan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Daerah (FK-LKJD) Jatim telah menggelar kegiatan bertajuk Pelatihan Literasi dan Inklusi atau Petik Keuangan 2019.

“Dalam literasi keuangan ini, kami menyasar kaum milenial yakni sekitar 1.000 mahasiswa dari berbagai universitas negeri dan swasta,” paparnya.

Menurutnya, milenial merupakan bidikan yang tepat karena merupakan generasi penerus bangsa. Bahkan selama seminar tersebut, OJK juga menyiapkan aksi jeuangan dan investasi yang diikuti para milenial yakni melalui pembukaan rekening yang terdiri dari rekening tabungan bank, pembiayaan atau modal kerja, simpanan emas, pembiayaan gadai, rekening efek, dan rekening reksa dana.

“Kami juga hadirkan start up di bidang perencanaan keuangan seperti Jouska yang bisa memberikan wawasan bagi para milenial ini. Kami berharap, kegiatan seperti ini juga dilakukan di kota-kota lain di Jatim, sehingga slogan untuk menjadikan Jatim Well Financial Literate bisa terwujud,” ucap Heru.

Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman antara universitas dengan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) Jawa Timur. MoU ini memiliki nilai simbiosis mutualisme bagi perguruan tinggi dan FK-LJKD Jawa Timur.

Dengan adanya MoU tersebut, maka LJK dapat mengikutsertakan mahasiswa pada kegiatan pelatihan, literasi dan inklusi keuangan kepada segmen masyarakat serta keikutsertaan mahasiswa tersebut dapat diperhitungkan sebagai kegiatan akademis.

Melalui MoU tersebut LJK juga bersedia menjadi narasumber apabila diminta oleh pihak perguruan tinggi. Adapun Perguruan tinggi yang turut bergabung dalam penandatanganan MoU tersebut adalah Universitas Airlangga, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Kadiri, dan Universitas Negeri Jember. (q cox, Tama Dinie)

Reply