Sound of Praise Sampaikan Dakwah Melalui Musik

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Musik adalah bahasa universal, menanamkan kecintaan kepada Tuhan melalui musik adalah salah satu cara berdakwah yang diterima dan dipahami oleh generasi muda saat ini.

Salah satu panitia pelaksana The Most Dynamic Live Recording Concert, Hendra Linanda mengatakan pendekatan melalui musik adalah salah satu cari dakwah yang mudah diterima oleh generasi muda.

“Melalui bahasa musik dengan lirik yang sederhana tanpa menekankan pada keagamaan tentunya lebih diterima. Daripada mereka keluar masuk pub, lebih baik kami gereja yang menciptakan suasana nyaman bagi mereka untuk menikmati musik,” katanya.

Sound of Praise adalah sebuah group musik yang terbentuk sejak 2010 dibawah naungan Alfa Omega Church. Mengusung genre yang semakin dnamis, relevan, edgy dan out of the box, Sound of Praise membuktikan musik religi masih bisa dinikmati kapan saja oleh siapa saja dari kalangan dan kepercayaan mana saja.

”Kami selalu meyakini bahwa lagu berbicara sesuatu kepada kehidupan seseorang. Makanya, setiap konser, Sound of Praise selalu menitikberatkan untuk menyampaikan pesan yang membangun kehidupan dan harapan pada setiap mereka yang mendengarkan,” lanjut Hendra.

Kali ke 5 konsernya, group yang beranggotakan Elisa Soetopo, Elia Soetopo, Adi Kurniawan dan Vena Handoyo berkolaborasi kelompok band religi asal Melbourne, Australia Planetshakers pada konser yang mengambil tema ‘I am Loved’.

For God is Able, I am Loved adalah lagu – lagu yang dibawakan kolaborasi Sound of Praise dengan band yang digawangi Josh Ham, Chelsi Nikkerud dan Mike Nikkerud ini. Selain itu mereka juga memainkan komposisi-komposisi Made for Worship; Leave Me Astounded; Let Praise Awaken serta Haven on Earth. (q cox, Tama Dinie)

Reply