Terkait Piala Dunia U-20, Wawali Whisnu Sakti Buana Tegaskan Surabaya Lebih Siap

SURABAYA (Suarapubliknews) – Dengan tegas, Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengatakan, jika Surabaya lebih siap dari pada kota lain untuk menggelar Piala Dunia U-20. Tak hanya stadion bertaraf internasional, Kota Pahlawan juga menyiapkan berbagai penunjang lainnya.

“Kita tetap berusaha supaya Surabaya bisa terpilih. Kota Surabaya lebih siap daripada kota lain,” ujarnya usai Parade Surabaya Juang, Sabtu (9/11/2019).

Ke depan, lanjut Whisnu, pemkot all out melakukan pembenahan sarana pendukung Piala Dunia U-20. Seperti halnya lapangan pendukung atau training center hingga akses jalan. Ia menegaskan akan menjadikan Surabaya sebagai kota sepak bola.

“Kalau Piala Dunia kita masih all out agar Surabaya bisa menjadi salah satu host piala dunia, karena kita masuk 10 dari enam yang akan dipilih. Tinggal bagaimana kita berpikir tidak hanya memperbaiki stadion saja tapi juga kita wacanakan Surabaya menjadi kota bola,” jelas Whisnu.

Selain sarana penunjang, politisi PDIP ini sudah mempunyai pandangan mewujudkan kota sepak bola di Surabaya. Salah satunya ialah berupaya memperbaiki kampung-kampung untuk menunjang.

“Kita nanti bisa ngomong, bukan hanya perbaikan GBT, tapi nanti kampung itu kita bangkitkan lagi,” katanya.

“Kita kan punya Bonek yang kuat, kita punya Persebaya. Dan warna ini yang sudah kuat membuat Surabaya jadi Kota Bola. Nanti tinggal dikembangkan saja, kampung itu kita warnakan dengan kreasi masing-masing,” tambah Whisnu.

Apabila Surabaya ditunjuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, Whisnu menilai hal yang berharga bagi warga Surabaya dan anak cucu nantinya. Ia melihat potensi mewujudkan Surabaya kota sepak bola kian besar.

“Kita punya legacy nanti kalau Surabaya menjadi host Piala Dunia, setelah event itu selesai, bola akan masih ada dan terngiang dan menjadi legacy bagi anak cucu kita bahwa kita pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia,” ungkapnya.

Terkait kerusuhan di Stadion GBT oleh oknum suporter beberapa waktu lalu, Whisnu melihat hal tersebut proses pendewasaan. Terbukti, para supporter mau turun kerja bakti di sekitar stadion.

“Itu (bersih-bersih dan mengecat GBT) kegiatan positif supaya bisa mengevaluasi semua, kejadian kemarin kerusuhan itu kan sebagai titik nadi bonek agar berbenah dan ikut membangun Surabaya,” pungkasnya. (q cox)

Reply