Wali Kota Risma Beri Santunan Anak Pasutri Koban Pohon Tumbang

SURABAYA (Suarapubliknews) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjenguk kedua anak pasutri, warga Sidotopo Wetan Indah, Kenjeran yang meninggal setelah tertimpa pohon saat terjadi hujan deras di Jalan Johar, Bubutan, Senin (6/1/2020).

Sekitar pukul 11.30 wib, Wali Kota Risma bersama rombongan datang di Adi Jasa tempat persemayaman sementara pasutri almarhum Tan Tiong Tjing dan Lisa, Selasa (6/1/2020).

Kunjungan Wali Kota Risma tersebut, sebagai bentuk belasungkawa serta untuk memberikan semangat dukungan moral kepada kedua anak yang ditinggalkan.

Selama kunjungan sekitar 15 menit itu, Wali Kota Risma nampak larut dalam kesedihan. Bahkan, kala itu, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini juga nampak memeluk anak korban sembari terus memberikan semangat dukungan moral.

“Yang kuat yang nak, kamu harus terus melanjutkan pendidikan sampai selesai,” pesan Wali Kota Risma kepada kedua anak korban.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan, bahwa kunjungan Wali Kota Risma tersebut, sebagai bentuk belasungkawa sekaligus menyerahkan santuan kepada keluarga korban.

“Tadi ibu juga memberikan santuan kepada keluarga korban secara pribadi,” kata Febriadhitya.

Disamping memberikan santunan, Pemkot Surabaya juga memastikan kelanjutan pendidikan kedua anak korban, yakni Virginia Claudia dan Felixiano. Diketahui, saat ini Virginia sedang menempuh pendidikan kuliah semester tujuh, sedangkan anak bungsu korban, Felixiano, jenjang SMP.

Kendati demikian, Febriadhitya memastikan, bahwa Pemkot Surabaya telah menjamin pendidikan kedua anak korban hingga lulus.

“Jadi untuk anak pertama, pemkot sudah bayar lunas kuliahnya hingga lulus. Sementara anak kedua (SMP), juga sudah dibayar lunas. Intinya agar mereka bisa terus sekolah,” terangnya.

Selain itu, kata Febriadhitya, ke depan pihaknya akan terus memonitor pendidikan kedua anak korban, terutama anak bungsu yang sedang menempuh jenjang pendidikan SMP.

“Yang jelas Pemkot Surabaya akan terus memonitor, untuk pendidikan ke depannya anak bungsu korban,” pungkas dia.

Sebagai diketahui, saat Wali Kota Risma berkunjung ke keluarga korban di tempat persemayaman Adi Jasa, sebenarnya awak media tidak diperbolehkan untuk meliput. Pasalnya, selama ini Wali Kota Risma selalu menekankan kepada jajarannya agar ketika tangan kanan memberi, supaya tangan kiri jangan sampai kelihatan.

Namun demikian, awak media pun terus berusaha mendekat, untuk mendapatkan informasi terkait kunjungan Wali Kota Risma kepada keluarga korban. (q cox)

Reply