Peristiwa

16.273 Tendik Jatim Jadi Peserta Terbanyak Gebyar PembaTIK Indonesia

54
×

16.273 Tendik Jatim Jadi Peserta Terbanyak Gebyar PembaTIK Indonesia

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Jawa Timur menerima penghargaan sebagai provinsi dengan pendaftar terbanyak dalam Gebyar Pembelajaran Berbasik TIK (pembaTIK) Se-Indonesia dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI).

Bukan sembarangan, total ada sebanyak 16.273 orang tenaga pendidik (tendik) Jatim yang mendaftar dalam pembaTIK besutan Kemendikbudristek RI tersebut. Program ini bertujuan untuk peningkatan kompetensi pendidik dalam kegiatan Belajar, Mengajar dan Berkarya untuk mendukung terciptanya Inovasi Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Merdeka dengan mengedepankan Pemanfaatan Platform Teknologi.

Secara khusus penghargaan ini diserahkan oleh Kepala Pusat Data dan Informasi Kemendikbudristek RI Hasan Chabibie kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Prov. Jatim Aries Agung Paewai di Dinas Pendidikan Prov. Jawa Timur, Surabaya, Selasa (12/9).

Selain menerima penghargaan sebagai pendaftar peserta terbanyak se-Indonesia, Jatim juga menerima Diorama berbentuk ruang kelas atas partisipasi dalam kegiatan TIK Talks “Gebyar PembaTIK dan Kihajar STEM 2023”.

Atas penghargaan ini, Gubernur Khofifah menyampaikan terimakasih kepada Kemendikbudristek RI. Sekaligus apresiasi kepada para tenaga pendidik di Jawa Timur yang terus meningkatkan literasi digital di kalangan tenaga pengajar.

“Terimakasih dan apresiasi kepada para tenaga pendidik di Jawa Timur yang terus menunjukkan semangat untuk meningkatkan kemampuannya. Utamanya terkait literasi digital. Karena tenaga pendidik dituntut dapat memanfaatkan teknologi digital untuk bisa menghadirkan pembelajaran yang menarik serta lebih bermakna,” ungkapnya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (12/9).

Menurut Gubernur Khofifah, transformasi digital merupakan kunci memajukan sistem pendidikan indonesia. Hal ini mengingat perkembangan digital yang begitu cepat, sehingga para tenaga pendidik dapat memanfaatkan teknologi sebaik mungkin untuk merancang metode-metode pembelajaran yang tepat.

Dari sana, para guru yang memiliki skill TIK dapat juga meningkatkan literasi digital peserta didiknya melalui proses belajar-mengajar, baik secara daring atau luring. “Tenaga pendidik memiliki kebebasan yang luas untuk merancang desain pembelajaran yang akan diterapkan di ruang kelas masing-masing baik ruang dalam arti fisik maupun di ruang maya,” katanya.

Gubernur Khofifah menambahkan, peserta didik juga harus siap menghadapi perkembangan zaman melalui pendidikan yang berkualitas. Sehingga, ini merupakan tugas bersama dalam membangun ekosistem bagi tenaga pendidik dan peserta didik agar terus semangat belajar meningkatkan kompetensi dirinya.

“Program PembaTIK dan Kihajar ini merupakan salah satu wadah terbaik untuk mengembangkan inovasi dan kreatifitas di bidang teknologi pendidikan. Kami berharap terlaksananya kegiatan ini bisa memunculkan guru-guru hebat pencetak generasi emas Indonesia,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikbusristek RI Hasan Chabibie menyampaikan bahwa kegiatan TIK TALKS ini akan diselenggarakan selama dua hari, tanggal 12-13 September 2023. Tercatat 79.170 guru yang menjadi peserta pembaTIK dan 65.046 peserta yang mengikuti Kihajar dari seluruh Indonesia.

“Kami berharap para guru peserta PembaTIK dan Kihajar kali ini bisa menjadi jangkar teknologi pendidikan di Indonesia. Sehingga harapannya, teknologi-teknologi yang telah disiapkan bisa memberi warna dan membentuk karakter mereka di masa depan,” jelasnya.

Sementara itu, hadir secara daring, Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek RI Ir. Suharti, M.A., Ph.D berharap, kegiatan TIK TALKS Gebyar PembaTIK dan Kihajar STEM 203 bisa lebih banyak menjangkau tenaga pengajar di seluruh Indonesia. Hal ini mengingat telah banyaknya program dari Kemendikbudristek RI yang berbasis TIK.

“Kegiatan ini merupakan hasil dari kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Harapannya para pemimpin daerah juga bisa mendorong para guru dan siswanya untuk mengikuti kegiatan PembaTIK dan Kihajar ini, agar kualitas pendidikan di Indonesia semakin baik,” ungkapnya.

Sebagai informasi, kegiatan TIK Talks “Gebyar Pembatik & Kihajar 2023” merupakan seminar TIK serta pembekalan pembelajaran berbasis TIK level 3. Saat ini provinsi jawa timur dan 5 provinsi lain melaksanakan kegiatan TIK Talks secara serentak pada 12-13 September 2023. (q cok, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *