60 Perupa Berpameran Dengan Tajuk The Freedom of Art from De Javasche Bank

SURABAYA (Suarapubliknews) – De Javasche Bank bersama 60 perupa dari berbagai daerah di Indonesia mengadakan pameran lukisan bertajuk The Freedom of Art from De Javasche Bank dalam rangka HUT RI ke-77.

Ketua Panitia Sri Moerniati mengatakan tajuk pameran tersebut menandai kegairahan dunia seni rupa yang sempat lesu dihantam pandemi. Para seniman dapat lebih bebas berkarya. Kembali unjuk gigi ke tengah-tengah publik, memajang hasil kreativitasnya. ”Kami membebaskan para perupa untuk membuat karya dengan tema apa pun. Sesuai tajuknya, Freedom of Art,” katanya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Budi Hanoto yang membuka acara mengaku sangat takjub atas terselenggaranya pameran. “Terus terang saya terkejut, semangat para perupa begitu besar. Bahkan dari 60 perupa yang turut serta, sebagian besar merupakan seniman senior,” katanya.

Atas karya-karya terbaik dari para perupa yang tersaji memenuhi bangunan lantai dua Museum Bank Indonesia, Ia berharap acara ini akan berkelanjutan tiap tahun. “Pasca pandemi, ekonomi bangkit, kesenian juga harus bangkit,” harapnya.

Kurator Pameran, Agus Koecink mengatakan pameran kali ini cukup memberi gambaran yang bagus tentang kecenderungan kreasi para perupa meskipun dating dari berbagai gaya. Ada yang berhasil membebaskan diri dari pengaruh apa pun termasuk politik atau bisikan pembeli lukisan. Tapi ada juga yang masih manut dengan selera pasar

Menurutnya, The Freedom of Art from De Javasche Bank juga jadi ajang kebebasan ekspresi, kebebasan diri. ”Bebas berekspresi untuk kemajuan bersama, seiring perkembangan teknologi dan kemajuan dunia seni rupa itu sendiri,” tandasnya.

Beberapa karya yang di pamerkan diantaranya Hamid Nabhan, pelukis impresif asal Surabaya dengan karya Pemandangan di Bungah, Gresik, Didi Dyan dengan karya Biru Sedanten, dan perupa senior Taufik Kamajaya yang mengangkat kisah wayang, tentang gugurnya Bisma, senapati perang pihak Kurawa. (Q cox, tama dini)

Reply