BisnisNasionalPeristiwa

Pasar EV Jabodetabek Tembus 25 Persen, BYD Indonesia Perluas Jaringan ke 47 Kota

87
×

Pasar EV Jabodetabek Tembus 25 Persen, BYD Indonesia Perluas Jaringan ke 47 Kota

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (Suarapubliknews) ~ Industri kendaraan listrik nasional menunjukkan pertumbuhan signifikan di awal 2026. Di tengah tren tersebut, BYD memperkenalkan terobosan teknologi global sekaligus memperkuat ekosistem kendaraan listrik (New Energy Vehicle/NEV) di Indonesia.

Berdasarkan data Gaikindo, total penjualan kendaraan nasional secara wholesales pada Januari–Februari 2026 mencapai sekitar 147.700 unit atau naik sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari jumlah tersebut, pasar kendaraan listrik (EV) mencatat volume sekitar 22.500 unit, meningkat hampir tiga kali lipat secara tahunan. Pangsa pasar EV nasional kini mencapai sekitar 15 persen, bahkan di wilayah Jabodetabek telah melampaui 25 persen.

Di tengah pertumbuhan tersebut, BYD Indonesia membukukan penjualan lebih dari 10.000 unit dalam dua bulan pertama 2026, meningkat tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan pangsa pasar hampir separuh dari total penjualan EV nasional .

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menyebut awal 2026 menjadi fase penting bagi perkembangan NEV di Indonesia. “Pertumbuhan yang kami lihat dalam dua bulan pertama tahun ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik semakin dipercaya sebagai bagian dari solusi mobilitas masa depan. Perkembangan ini tidak hanya tercermin pada angka penjualan, tetapi juga dari semakin kuatnya ekosistem yang mendukung pertumbuhan NEV di Indonesia,” ujarnya.

Secara global, BYD baru saja meluncurkan Blade Battery Generasi Kedua dan teknologi FLASH Charging pada 5 Maret 2026. Kedua inovasi ini dirancang untuk menjawab dua tantangan utama pengguna EV, yakni kecepatan pengisian daya dan efisiensi performa baterai.

Blade Battery Generasi Kedua menghadirkan peningkatan pada kepadatan energi, sistem manajemen termal, serta struktur baterai untuk meningkatkan keamanan dan kestabilan performa. Baterai ini diklaim memiliki peningkatan kepadatan energi sekitar 5 persen dibandingkan generasi pertama, dengan potensi jarak tempuh lebih dari 1.000 kilometer.

Sementara itu, teknologi FLASH Charging memungkinkan pengisian daya dari 10 persen hingga 70 persen hanya dalam waktu sekitar lima menit, dan mencapai 97 persen dalam sembilan menit. Bahkan pada suhu ekstrem hingga minus 30 derajat Celsius, pengisian daya dapat dilakukan dalam sekitar 12 menit.

BYD juga mengembangkan FLASH Charger dengan kemampuan single-connector charging power hingga 1.500 kW, serta merencanakan pembangunan 20.000 stasiun FLASH Charging di Tiongkok sebelum ekspansi global pada akhir 2026.

“Kami percaya inovasi tidak hanya berhenti pada teknologi kendaraan, tetapi juga harus diiringi dengan penguatan ekosistem pendukung agar semakin banyak masyarakat dapat merasakan manfaat NEV,” jelasnya.

Di tingkat nasional, BYD juga memperluas jaringan layanan. Hingga kini, perusahaan telah menghadirkan 82 outlet di 47 kota di Indonesia sebagai bagian dari penguatan ekosistem mobilitas listrik.

Menjelang periode mudik Lebaran, BYD akan menghadirkan Posko Mudik di enam titik strategis di jalur utama Trans Jawa mulai 13 Maret 2026. Selain itu, jaringan dealer siaga akan beroperasi 24 jam pada 19–23 Maret 2026 untuk memastikan dukungan layanan bagi pengguna EV selama perjalanan jarak jauh.

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan perluasan fasilitas ini bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna kendaraan listrik.

“Seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia, tahun ini BYD juga memperluas kehadiran Posko Mudik di lebih banyak titik strategis untuk memberikan rasa nyaman dan ketenangan bagi para pengguna,” ujarnya.

Dengan penguatan teknologi global dan dukungan ekosistem lokal, BYD menilai kendaraan listrik kini semakin siap digunakan tidak hanya untuk mobilitas harian, tetapi juga perjalanan jarak jauh, termasuk mudik Lebaran. (q cox, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *