SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Peringatan Hari Bumi dimanfaatkan Mercure Surabaya Grand Mirama untuk mengedukasi generasi muda tentang pentingnya pengelolaan limbah, khususnya tekstil. Bersama komunitas lingkungan Tunas Hijau, hotel ini menggelar workshop daur ulang tekstil yang melibatkan sekitar 100 pelajar SD dan SMP se-Kota Surabaya.
Kegiatan yang berlangsung pekan lalu di Hongkong Room tersebut menjadi upaya mengenalkan konsep pengelolaan sampah secara kreatif sejak dini. Para peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung mengolah limbah kain menjadi produk bernilai guna.
Dalam workshop tersebut, pelajar diajak mengubah kaos bekas menjadi tas belanja ramah lingkungan. Sisa potongan kain pun dimanfaatkan kembali menjadi gantungan kunci. Proses yang sederhana membuat kegiatan ini mudah diikuti dan berpotensi diterapkan kembali di rumah maupun sekolah.
Cluster General Manager Mercure Surabaya Grand Mirama, Sugito Adhi, mengatakan kegiatan ini dirancang agar tidak sekadar seremonial, tetapi memberi pengalaman nyata bagi peserta. “Kami ingin menghadirkan edukasi yang aplikatif. Mendaur ulang barang adalah langkah sederhana yang bisa dilakukan siapa saja untuk mengurangi limbah,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, para pelajar tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari memotong kain hingga merangkai produk jadi. Kreativitas peserta juga terlihat dari berbagai hasil tas dan gantungan kunci yang unik.
Presiden Tunas Hijau, Zamroni, menilai pendekatan edukasi yang interaktif menjadi kunci dalam menanamkan kesadaran lingkungan kepada anak-anak. “Edukasi lingkungan harus dimulai dari usia dini dengan cara yang menyenangkan. Ini bisa menjadi langkah awal agar mereka lebih peduli dan menjadi agen perubahan,” ujarnya.
Selain praktik langsung, kegiatan ini juga menjadi sarana mengenalkan konsep reduce, reuse, dan recycle (3R) secara sederhana. Peserta diajak memahami bahwa barang bekas tidak selalu menjadi sampah, melainkan bisa diolah kembali menjadi produk baru yang bermanfaat.
Inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya lebih luas dalam mendorong gaya hidup ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan kesadaran akan dampak limbah tekstil yang terus meningkat. Melalui kegiatan edukatif seperti ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang terlibat aktif dalam menjaga lingkungan, dimulai dari langkah kecil dalam kehidupan sehari-hari. (feb, tama dini)












