Hotel & RestoJatim RayaPeristiwa

Peringati Hari Bumi, Grand Mercure Malang Tanam Mangrove di Pesisir Selatan

154
×

Peringati Hari Bumi, Grand Mercure Malang Tanam Mangrove di Pesisir Selatan

Sebarkan artikel ini

MALANG (Suarapubliknews) ~ Peringatan Hari Bumi 2026 dimanfaatkan Grand Mercure Malang Mirama untuk melakukan aksi nyata pelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove di kawasan pesisir Pantai Tamban, Malang Selatan.

Kegiatan yang digelar pekan lalu ini dilakukan bersama komunitas Bumi Baik dan Gunung Pithing Mangrove Conservation, dengan melibatkan puluhan peserta dari berbagai pihak. Sebanyak 60 bibit mangrove ditanam di kawasan Desa Tambakrejo sebagai upaya memperkuat perlindungan pesisir dari ancaman abrasi.

Pantai Tamban dipilih karena dinilai memiliki posisi strategis, namun rentan terhadap pengikisan garis pantai. Keberadaan mangrove dianggap penting karena mampu menjadi benteng alami yang menahan gelombang sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Selain itu, mangrove juga dikenal memiliki kemampuan tinggi dalam menyerap karbon, bahkan lebih efektif dibandingkan hutan daratan, sehingga berperan dalam mengurangi dampak perubahan iklim.

Tak hanya penanaman, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi singkat mengenai cara merawat bibit mangrove agar memiliki tingkat keberlangsungan hidup yang tinggi. Peserta diajak memahami pentingnya menjaga ekosistem pesisir secara berkelanjutan.

Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama, Sugito Adhi, menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan. “Kami ingin berkontribusi dalam menjaga kawasan pesisir, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Perwakilan Gunung Pithing Mangrove Conservation, Edy Sulaksono, menilai mangrove memiliki peran penting tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi masyarakat pesisir. Menurutnya, mangrove menjadi habitat bagi berbagai biota laut seperti ikan dan kepiting yang menjadi sumber penghidupan nelayan.

Selain itu, keberadaan mangrove juga mendukung upaya pemulihan ekosistem pesisir yang terus tertekan. Saat ini, kawasan mangrove yang dikelola komunitas tersebut telah mencapai sekitar 22 hektare dan terus berkembang dengan dukungan berbagai pihak.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pihak yang terlibat dalam menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus memperkuat kesadaran bahwa perlindungan bumi dapat dimulai dari aksi sederhana di tingkat lokal. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *