NasionalPeristiwa

Momentum Hari Kartini, SANF Dorong Literasi Inklusif Lewat Peluncuran Audiobook untuk Tunanetra

148
×

Momentum Hari Kartini, SANF Dorong Literasi Inklusif Lewat Peluncuran Audiobook untuk Tunanetra

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (Suarapubliknews) ~ Momentum Hari Kartini dimanfaatkan untuk mendorong akses literasi yang lebih inklusif bagi semua kalangan, termasuk penyandang tunanetra. Salah satunya melalui peluncuran audiobook yang diharapkan dapat memperluas akses pengetahuan tanpa batasan fisik.

PT Surya Artha Nusantara Finance (SANF) meluncurkan audiobook berjudul “Amazing Love Story – Cerita Cinta 48 Bulan Pertama Bintang Kecilku” dalam sebuah kegiatan bertajuk “SANF Cerdas: Semangat Kartini, Semangat Literasi untuk Semua” yang digelar di Saung Yayasan Mitra Netra, Jakarta.

Kegiatan ini diikuti sekitar 120 peserta, terdiri dari penyandang tunanetra, perwakilan yayasan, serta tamu undangan, dan menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi inklusif di Indonesia.

Audiobook bertema parenting tersebut dihadirkan sebagai alternatif akses bacaan bagi penyandang disabilitas, khususnya tunanetra yang selama ini memiliki keterbatasan dalam mengakses buku konvensional.

Selain peluncuran audiobook, kegiatan ini juga diisi dengan sesi booktalk interaktif bersama penulis dan perwakilan Yayasan Mitra Netra. Diskusi tersebut membahas isi buku sekaligus pentingnya menghadirkan akses literasi yang lebih setara.

Corporate Strategy and Governance Division Head SANF, Davin Susanto, mengatakan bahwa semangat Hari Kartini menjadi pengingat pentingnya kesetaraan akses pendidikan. “Melalui dukungan terhadap audiobook ini, kami berharap dapat memperluas akses pengetahuan dalam bentuk yang lebih inklusif, sehingga literasi benar-benar dapat dirasakan oleh semua kalangan,” ujarnya.

Sebagai lembaga yang fokus pada pemberdayaan tunanetra, Yayasan Mitra Netra selama ini telah menghadirkan berbagai inisiatif untuk membuka akses pendidikan dan informasi. Melalui Pustaka Mitra Netra, yayasan tersebut menyediakan koleksi buku dalam berbagai format, mulai dari Braille hingga audiobook dan EPUB, yang memungkinkan penyandang tunanetra tetap terhubung dengan dunia literasi.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Ketenagakerjaan Yayasan Mitra Netra, Aria Indrawati, mengapresiasi keterlibatan penulis buku yang turut membacakan karyanya sendiri untuk diubah menjadi audiobook. Ia berharap lebih banyak penulis dapat mengikuti langkah serupa agar pilihan bahan bacaan bagi tunanetra semakin beragam.

Kegiatan ini mencerminkan kolaborasi antara sektor swasta dan organisasi sosial dalam mendorong inklusivitas melalui literasi. Tidak hanya menghadirkan akses bacaan, tetapi juga membuka ruang diskusi dan interaksi bagi komunitas.

Melalui program ini, SANF menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inisiatif sosial yang berfokus pada pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Ke depan, upaya serupa diharapkan dapat terus berkembang, sehingga akses terhadap pengetahuan tidak lagi menjadi privilese, melainkan hak yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *