BisnisPeristiwa

Direct Selling Dinilai Jadi Alternatif Peluang Usaha Fleksibel di Tengah Dinamika Ekonomi

136
×

Direct Selling Dinilai Jadi Alternatif Peluang Usaha Fleksibel di Tengah Dinamika Ekonomi

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Model bisnis direct selling kembali mendapat sorotan sebagai salah satu alternatif peluang usaha yang fleksibel di tengah perubahan tren ekonomi masyarakat.

Melalui pendekatan ini, individu dapat memulai usaha dengan modal relatif ringan dan tanpa struktur bisnis yang kompleks. Hal tersebut menjadi salah satu strategi yang kini banyak dikembangkan perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus membuka akses ekonomi bagi masyarakat.

Salah satu perusahaan yang mengadopsi model ini adalah Moorlife Indonesia. Perusahaan yang bergerak di bidang perlengkapan rumah tangga tersebut memanfaatkan direct selling untuk membangun jaringan distribusi berbasis komunitas.

Marketing Director Moorlife Indonesia, Nurlaila Hidayaty, menyebut sistem ini tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menjadi pelaku usaha.

“Direct selling bukan hanya tentang menjual produk, tetapi membuka akses bagi siapa saja untuk memulai usaha dengan cara yang lebih fleksibel, tanpa harus terbebani modal besar,” ujarnya.

Model direct selling memungkinkan pelaku usaha memulai bisnis dari lingkaran terdekat, seperti keluarga, teman, hingga komunitas. Seiring perkembangan teknologi, pemasaran juga semakin didukung oleh platform digital dan media sosial, sehingga jangkauan pasar menjadi lebih luas tanpa batasan geografis.

Selain itu, pelaku usaha juga mendapatkan dukungan berupa pelatihan dan pendampingan, mulai dari strategi pemasaran, komunikasi, hingga pengelolaan bisnis. Pendekatan ini dinilai penting untuk membangun kapasitas wirausaha yang berkelanjutan.

Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, kebutuhan akan sumber penghasilan tambahan semakin meningkat. Model bisnis yang fleksibel seperti direct selling dinilai mampu menjawab kebutuhan tersebut, karena dapat dijalankan tanpa mengganggu aktivitas utama.

Fenomena ini juga terlihat dari banyaknya konsumen yang kemudian beralih menjadi pelaku usaha setelah melihat potensi bisnis yang ditawarkan. Ke depan, model bisnis berbasis komunitas dan fleksibilitas ini diperkirakan akan terus berkembang, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap peluang usaha yang mudah diakses dan adaptif terhadap perubahan zaman. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *