BisnisNasional

BI dan Tiongkok Resmikan QRIS Antarnegara, Perkuat Transaksi Lintas Batas

107
×

BI dan Tiongkok Resmikan QRIS Antarnegara, Perkuat Transaksi Lintas Batas

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (Suarapubliknews) ~ Bank Indonesia (BI) bersama People’s Bank of China (PBoC) resmi meluncurkan implementasi QRIS antarnegara Indonesia–Tiongkok sebagai langkah memperkuat konektivitas sistem pembayaran lintas batas.

Peresmian yang dilakukan pada Kamis (30/4/2026) menjadi bagian dari upaya mendorong transaksi digital yang lebih praktis, efisien, dan inklusif antara kedua negara.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa implementasi QRIS lintas negara menunjukkan kemampuan Indonesia dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya berkembang di dalam negeri, tetapi juga mampu diadopsi secara global. “QRIS Antarnegara merupakan contoh riil implementasi inovasi domestik yang dikembangkan dan diperluas pemanfaatannya hingga lintas negara,” ujarnya.

Kolaborasi antara BI dan PBoC ini juga diarahkan untuk memperkuat penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas negara atau Local Currency Transaction (LCT). Melalui skema ini, transaksi diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap mata uang global, sekaligus meminimalkan risiko volatilitas nilai tukar.

Selain itu, sistem pembayaran yang terintegrasi akan memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya wisatawan dan pelaku usaha, dalam melakukan transaksi di kedua negara.

Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, menyampaikan bahwa pemerintah Tiongkok mendukung penguatan kerja sama di bidang teknologi dan sistem pembayaran digital. Ia menegaskan pentingnya adaptasi terhadap inovasi, termasuk kecerdasan buatan (AI), serta komitmen untuk mendorong perluasan akseptasi QRIS antarnegara Indonesia–Tiongkok.

Kinerja QRIS antarnegara menunjukkan tren positif, terutama dari transaksi wisatawan asing yang bertransaksi di Indonesia (inbound). Pada triwulan I 2026, volume transaksi QRIS inbound tercatat mencapai 2,79 juta transaksi atau meningkat 222 persen secara tahunan, dengan nilai mencapai Rp713,59 miliar.

Sementara itu, transaksi outbound juga mengalami peningkatan dengan total 737.647 transaksi senilai Rp249,26 miliar. Peningkatan ini mencerminkan semakin tingginya kebutuhan transaksi digital lintas negara serta memperkuat peran QRIS sebagai infrastruktur pembayaran global berbasis domestik.

Implementasi QRIS antarnegara Indonesia–Tiongkok juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan sektor perdagangan, investasi, dan pariwisata. Dengan sistem pembayaran yang lebih terintegrasi, wisatawan dari kedua negara dapat bertransaksi lebih mudah tanpa perlu menukar mata uang secara konvensional.

Langkah ini sekaligus mempertegas posisi Indonesia dalam memperluas peran sistem pembayaran digital di kancah internasional. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *