NasionalPemerintahan

Pendapatan Tumbuh 10,4 Persen, Jasa Marga Bukukan Laba Bersih Rp774,7 Miliar di Kuartal I 2026

103
×

Pendapatan Tumbuh 10,4 Persen, Jasa Marga Bukukan Laba Bersih Rp774,7 Miliar di Kuartal I 2026

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (Suarapubliknews) ~ PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatatkan kinerja positif pada kuartal I 2026 dengan pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 10,4 persen secara tahunan.

Perusahaan jalan tol pelat merah tersebut membukukan pendapatan usaha sebesar Rp5,1 triliun pada tiga bulan pertama tahun ini. Pendapatan tersebut ditopang oleh pendapatan tol sebesar Rp4,7 triliun dan pendapatan usaha lain sebesar Rp397,6 miliar.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengatakan pertumbuhan pendapatan turut mendorong peningkatan EBITDA perusahaan menjadi Rp3,4 triliun atau tumbuh 10,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. “Capaian ini mencerminkan konsistensi Perseroan dalam pengendalian beban usaha serta optimalisasi kinerja operasional,” ujarnya.

Sementara itu, laba bersih perusahaan pada kuartal I 2026 tercatat sebesar Rp774,7 miliar. Meski sedikit terkoreksi secara tahunan akibat peningkatan biaya keuangan, Jasa Marga menilai kondisi tersebut masih sejalan dengan pertumbuhan bisnis dan ekspansi perusahaan.

Dari sisi operasional, Jasa Marga mencatat volume transaksi jalan tol mencapai 318,8 juta kendaraan atau tumbuh 1,64 persen secara tahunan. Lalu lintas harian rata-rata (LHR) juga mencapai 3,5 juta kendaraan selama kuartal I 2026.

Saat ini, Jasa Marga masih menjadi pengelola jalan tol terbesar di Indonesia dengan total jalan tol beroperasi sepanjang 1.294 kilometer dari total konsesi 1.736 kilometer, atau sekitar 42 persen dari total jalan tol nasional yang telah beroperasi.

Perseroan juga melanjutkan pembangunan sejumlah ruas strategis seperti Tol Probolinggo–Banyuwangi, Yogyakarta–Bawen, Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo, Jakarta–Cikampek II Selatan, hingga akses menuju Pelabuhan Patimban.

Beberapa ruas tersebut bahkan telah difungsikan sementara tanpa tarif selama periode mudik Lebaran 2026 guna mendukung kelancaran arus kendaraan masyarakat.

Pada Maret 2026, anak usaha PT Jasamarga Jogja Bawen juga menandatangani kredit sindikasi senilai Rp17,92 triliun untuk mendukung pembangunan Tol Yogyakarta–Bawen dengan total investasi mencapai Rp25,61 triliun.

Selain pengembangan infrastruktur, Jasa Marga juga memperkuat layanan operasional dan digitalisasi selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. Perseroan melayani sekitar 6,9 juta kendaraan pada periode tersebut dengan dukungan peningkatan armada operasional, teknologi Jasamarga Tollroad Command Center, hingga pengembangan layanan digital melalui aplikasi Travoy dan Radio Travoy FM.

Rivan menyebut transformasi perusahaan kini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pengalaman pengguna jalan. “Jasa Marga terus mengedepankan transformasi infra as structure menjadi infra as culture yang berfokus pada engagement pengguna jalan tol sebagai pusat layanan,” katanya.

Dengan penguatan fundamental keuangan dan ekspansi infrastruktur yang terus berjalan, Jasa Marga optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan bisnis sepanjang 2026. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *