BisnisNasional

SIG Perkuat Produksi dan Distribusi Semen di Aceh untuk Jaga Kelancaran Pasokan

60
×

SIG Perkuat Produksi dan Distribusi Semen di Aceh untuk Jaga Kelancaran Pasokan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (Suarapubliknews) ~ PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memperkuat kesiapan operasional dan jaringan distribusi semen di Aceh seiring meningkatnya kebutuhan dan tekanan pasokan di wilayah tersebut.

Langkah tersebut dilakukan melalui peninjauan langsung Direktur Operasi SIG Reni Wulandari ke sejumlah fasilitas operasional, yakni PT Solusi Bangun Andalas di Lhoknga dan Lhokseumawe serta packing plant PT Semen Padang di Malahayati. Peninjauan dilakukan untuk melihat kesiapan produksi sekaligus memastikan distribusi semen tetap berjalan.

Reni mengatakan peningkatan permintaan semen di Aceh perlu direspons dengan penguatan koordinasi di seluruh jaringan operasional dan distribusi SIG. Selain fasilitas produksi, perusahaan juga memperkuat komunikasi dengan distributor serta mitra logistik.

“Selain mengoptimalkan fasilitas produksi dan distribusi di wilayah Aceh, SIG juga memperkuat koordinasi dengan distributor dan mitra logistik guna menjaga distribusi berjalan secara tertib dan efisien,” katanya.

Menurut Reni, pemantauan ketersediaan stok dan aktivitas distribusi dilakukan secara rutin. SIG juga menerapkan evaluasi harian sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan terkait kondisi pasokan di lapangan.

Penguatan pasokan tersebut juga berkaitan dengan upaya SIG mendukung pembangunan di wilayah yang sebelumnya terdampak bencana banjir pada akhir 2025, termasuk Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Perusahaan menyebut tetap berupaya menjaga ketersediaan produk di berbagai titik penjualan meski menghadapi tekanan pada ketersediaan dan harga bahan bakar.

Sebagai perusahaan BUMN, SIG menempatkan keberlanjutan operasional dan ketersediaan semen sebagai bagian dari kontribusinya terhadap agenda pembangunan pemerintah serta kebutuhan pembangunan masyarakat.

“Sebagai perusahaan BUMN, kami memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi mendukung agenda pembangunan pemerintah, serta memenuhi kebutuhan pembangunan masyarakat,” ujarnya.

SIG merupakan BUMN klaster infrastruktur yang 51 persen sahamnya dimiliki Pemerintah Indonesia. Perusahaan telah bertransformasi sejak 2013 dan kini menjadi holding yang menaungi sejumlah produsen semen, termasuk PT Semen Padang, PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, serta Thang Long Cement Company di Vietnam.

Melalui penguatan fasilitas produksi, koordinasi distribusi, dan pemantauan stok secara berkala, SIG berupaya menjaga agar kebutuhan semen di Aceh tetap terpenuhi sekaligus mendukung keberlangsungan pembangunan di wilayah tersebut. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *