Pemerintahan

Pemkot Surabaya Pastikan Daging Kurban Aman, Organ yang Terindikasi Penyakit Tidak Diedarkan

91
×

Pemkot Surabaya Pastikan Daging Kurban Aman, Organ yang Terindikasi Penyakit Tidak Diedarkan

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan daging kurban yang beredar selama Iduladha 1447 Hijriah/2026 aman dikonsumsi masyarakat. Kepastian itu disampaikan setelah Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya merampungkan evaluasi pengawasan kesehatan hewan kurban yang dilakukan di seluruh wilayah kota.

Dari hasil pemeriksaan terhadap ribuan hewan kurban, petugas menemukan sejumlah kasus cacing hati dan satu kasus cacing pita (cacing nasi). Namun seluruh organ yang terindikasi terinfeksi dipastikan tidak didistribusikan kepada masyarakat dan langsung diafkirkan di lokasi.

Kepala DKPP Surabaya, Nanik Sukristina, mengatakan temuan tersebut merupakan hasil pemeriksaan aktif petugas di lapangan, bukan berdasarkan laporan masyarakat. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dipotong (antemortem) hingga pemeriksaan organ dan karkas setelah pemotongan (postmortem).

“Pengawasan kami mencakup 31 kecamatan dengan total 296 lokasi pemotongan hewan kurban. Dari hasil pemeriksaan itu ditemukan sekitar 20 lokasi dengan kasus cacing hati dan satu lokasi yang ditemukan cacing pita. Seluruh organ yang terindikasi terinfeksi langsung dipisahkan dan tidak didistribusikan kepada masyarakat, sehingga tidak beredar untuk dikonsumsi,” kata Nanik, Senin (1/6/2026).

Sebelumnya, saat melakukan pemeriksaan hewan di lapak pedagang, petugas menemukan satu ekor sapi yang terindikasi mengalami skabies (scabies). Hewan tersebut segera diisolasi untuk mencegah risiko penyebaran penyakit.

Sementara itu, beberapa hewan lainnya diketahui mengalami gangguan kesehatan ringan akibat kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh dari daerah asal.

“Kasus yang kami temukan sebagian besar dapat ditangani di lapangan. Untuk hewan yang mengalami kelelahan karena perjalanan jauh, petugas memberikan vitamin dan penanganan yang diperlukan agar kondisinya tetap terjaga,” ujarnya.

Nanik menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap temuan cacing hati. Sebab, daging hewan yang terinfeksi cacing hati tetap aman dikonsumsi selama organ yang terpapar tidak ikut diedarkan. Karena itu, pihaknya terus memberikan edukasi kepada takmir masjid dan panitia kurban agar lebih cermat dalam memilah organ yang layak konsumsi.

“Yang perlu menjadi perhatian adalah organ hati yang terinfeksi. Karena itu kami mengimbau panitia kurban untuk tidak membagikan hati yang ditemukan mengandung cacing. Langkah ini penting untuk memastikan keamanan pangan dan melindungi kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Selama periode pengawasan Iduladha, DKPP Surabaya melakukan pemeriksaan postmortem terhadap 2.123 ekor sapi, 4.772 ekor kambing, dan 133 ekor domba. Sementara pada tahap antemortem di lapak penjualan, petugas memeriksa 4.890 ekor sapi, 11.142 ekor kambing, serta 452 ekor domba.

Menurut Nanik, hasil evaluasi tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan kesehatan hewan kurban secara menyeluruh, mulai dari lapak penjualan hingga proses distribusi daging kepada masyarakat.

“Upaya itu menjadi bagian dari langkah pemkot untuk memastikan pelaksanaan kurban tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menghasilkan pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal,” pungkasnya. (q cox)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *