Jatim RayaPemerintahanPeristiwa

Usai Salurkan 200 Ton Benih Jagung, Pemkab Kediri Lanjutkan Bantuan Alsintan untuk Petani

46
×

Usai Salurkan 200 Ton Benih Jagung, Pemkab Kediri Lanjutkan Bantuan Alsintan untuk Petani

Sebarkan artikel ini

KAB. KEDIRI (Suarapubliknews)– Pemerintah Kabupaten Kediri terus memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program berkelanjutan. Setelah menyalurkan 200 ton benih jagung kepada 683 kelompok tani (poktan) di 26 kecamatan, Pemkab Kediri kini melanjutkan pendistribusian alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada gabungan kelompok tani (gapoktan).

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menekan biaya produksi yang selama ini menjadi beban petani.

“Program bantuan ini tidak berhenti pada penyaluran benih jagung. Kami juga menyiapkan bantuan alsintan yang akan diberikan secara bertahap kepada kelompok tani yang belum menerima bantuan,” ujar Mas Dhito kepada awak media, Jumat (3/7/2026).

Selain penyediaan sarana produksi, Pemkab Kediri juga mengantisipasi dampak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang. Ketersediaan air menjadi perhatian utama karena sangat berpengaruh terhadap keberhasilan musim tanam.

“Pemerintah Kabupaten Kediri akan menyiapkan berbagai langkah agar kebutuhan air irigasi bagi lahan pertanian tetap terpenuhi,” tegasnya.

Mas Dhito menambahkan, pemerintah juga berupaya memberikan kepastian bagi petani melalui stabilitas harga hasil panen. Untuk komoditas jagung, harga pembelian pemerintah melalui Bulog ditetapkan sebesar Rp5.500 per kilogram.

Di sisi lain, Kabupaten Kediri memiliki peran strategis dalam mendukung program swasembada gula nasional. Daerah ini menjadi salah satu dari tiga besar sentra penghasil gula di Indonesia. Karena itu, penguatan sektor pertanian terus menjadi prioritas untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

Tak hanya berfokus pada peningkatan produksi, Pemkab Kediri juga mendorong pengembangan pertanian organik. Luas lahan pertanian organik terus bertambah setiap tahun karena dinilai mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi lebih tinggi, memperbaiki kualitas tanah, serta mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Melalui berbagai program tersebut, Pemkab Kediri berharap sektor pertanian semakin tangguh menghadapi tantangan, mulai dari tingginya biaya produksi, ancaman kekeringan, hingga fluktuasi harga hasil panen, sehingga kesejahteraan petani dapat terus meningkat. (q cox, Iwan, ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *