SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak mahasiswa baru Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk tidak hanya unggul dalam penguasaan teknologi, tetapi juga memiliki karakter, keberanian berpikir kritis, serta kepedulian terhadap sesama di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Eri saat menghadiri Pengukuhan Mahasiswa Baru (PMB) ITS tahun akademik 2026/2027 di Kampus ITS Surabaya, Selasa (11/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian GEREX ITS 2026 yang sekaligus mencakup pembukaan GERIGI (Generasi Integralistik Institut Teknologi Sepuluh Nopember) dan UKM Expo ITS 2026.
GEREX ITS 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan akademik dan nonakademik di ITS, membangun persaudaraan, sekaligus menemukan wadah pengembangan minat, bakat, dan potensi melalui berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
Di tengah perkembangan AI yang semakin cepat, mahasiswa didorong untuk tetap menempatkan kemampuan berpikir kritis, nilai kemanusiaan, dan perspektif keberlanjutan sebagai bagian penting dalam menghadapi perkembangan teknologi.
Wali Kota Eri mengatakan, mahasiswa ITS memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga nama baik almamater, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di kancah internasional.
“Ketika kalian sudah menggunakan almamater ITS, maka tanggung jawab kalian adalah menjaga nama besar ITS. Tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri, secara internasional,” kata Wali Kota Eri.
Menurut Wali Kota Eri, keberagaman asal daerah mahasiswa baru justru harus menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan. Setelah menjadi bagian dari ITS dan Kota Surabaya, mahasiswa diminta meninggalkan sekat asal daerah dan membangun rasa kebersamaan.
“Siapapun kalian dan dari manapun asal kalian, ketika sudah masuk ke Kota Surabaya, masuk ke kampus tercinta kita, ITS, maka kalian harus menjadi bagian dari Kota Surabaya dan menjadi bagian dari ITS tanpa membedakan kalian berasal dari mana,” ujarnya.
Wali Kota Eri, yang juga Ketua Ikatan Alumni ITS (IKA ITS), mengingatkan mahasiswa baru bahwa keberhasilan di perguruan tinggi tidak semata diukur dari prestasi akademik atau kemampuan menjadi yang paling unggul.
Menurutnya, mahasiswa juga perlu membangun kepedulian, saling membantu, dan menguatkan satu sama lain ketika menghadapi kesulitan.
“Itu yang dibutuhkan bangsa hari ini. Bukan kita mengatakan kita yang terbaik, bukan mengatakan saya yang paling hebat,” imbuhnya.
Pesan tersebut dinilai relevan dengan tantangan generasi muda di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat. Kemampuan menggunakan teknologi, termasuk AI, perlu berjalan beriringan dengan kemampuan menilai informasi, mengambil keputusan secara bertanggung jawab, serta mempertimbangkan dampaknya terhadap manusia dan lingkungan.
Dalam kesempatan itu, ia juga menitipkan pesan agar mahasiswa baru menjaga nama baik almamater sepanjang perjalanan mereka, termasuk setelah lulus dari ITS.
“Jangan pernah berbuat kezaliman. Jangan pernah berbuat sesuatu yang tidak benar. Karena ketika kalian melakukan kesalahan, maka almamater kita yang akan tercoreng,” tegasnya.
Sebagai bagian dari keluarga besar ITS, ia pun berharap mahasiswa baru yang dikukuhkan hari ini kelak mengisi berbagai ruang kepemimpinan, baik di Surabaya maupun tingkat nasional.
“Saya berharap lulusan-lulusan ITS akan mengisi kursi Wali Kota Surabaya berikutnya, akan mengisi kursi menteri berikutnya. Bahkan kalian akan menjadi pemimpin-pemimpin Indonesia yang luar biasa,” harapnya.
Ia meminta mahasiswa tidak mudah menyerah menghadapi perubahan dari kehidupan sekolah menuju dunia perguruan tinggi.
“Jadilah orang yang tidak pernah menyerah. Jadilah orang yang tidak pernah putus asa. Dari SMA, tiba-tiba masuk ke kampus ini, akan ada perubahan yang luar biasa. Maka kalian harus bisa beradaptasi,” ujarnya.
Wali Kota Eri menutup pesannya dengan mengajak mahasiswa baru ITS menjadikan ilmu, integritas, dan akhlak sebagai bekal untuk memimpin Indonesia di masa depan.
“Maka jadilah pemimpin yang berkah. Jadilah pemimpin yang memiliki akhlakul karimah. Saya yakin, kalian akan menjadi penerus-penerus bangsa Indonesia yang luar biasa,” pungkasnya. (q cox, feb)












