Ada Busana Dari Rempah, Namira Ecoprint Tampilkan 12 Koleksi di Ajang SFP 2022

SURABAYA (Suarapubliknews) – Siapa sangka rempah yang biasa digunakan untuk masakan atau jamu bisa menghasilkan karya yang indah. Ya, ditangan Owner Namira Ecoprint, Yayuk Eko Agustin rempah – rempah menjadi karya dilembaran kain dan pakaian yang menawan.

Hal ini tampak dalam 12 koleksi Namira Ecoprint yang ditampilkan pada Surabaya Fashion Parade2022 bertema Synchronize. “Ecoprint sendiri adalah batik kontemporer, yang diproduksi dengan cara mencetak dengan bahan-bahan yang terdapat di alam sekitar sebagai kain, pewarna, maupun pembuat pola motif,” katanya.

Bahan yang digunakan berupa dedaunan, bunga, batang bahkan ranting. Sedangkan untuk pewarnaan berasal dari sejumlah jenis tumbuhan. “Contohnya untuk warna merah itu dari tumbuhan secang, kemudian kami campur dengan pinang dan keteteng merah dan ini bisa membuat warna lebih terlihat dan kuat,” lanjutnya.

Selain butuh kesabaran karena membutuhkan waktu yang lebih lama, karya dari Namira Ecoprint belum tentu memiliki motif yang sama. “Daun itu kan belum tentu sama bentuknya, jadi hail dari setiapkainpun belum tentu sama. Setiap karya bisa dikatakan limited,” terangnya.

Sementara itu Founder Surabaya Fashion Parade, Dian Apriliana Dewi mengatakan dengan adanya SFP 2022 pihaknya ingin mengajak pelaku insutri fashion untuk terus berkarya. “Berkarya Tidak Boleh Stop, karya harus tetap ada dalam kondisi apapun,” ajaknya mengacu pada pandemic Civid 19 yang hampir melumpuhkan semua industry sejak 2020.

Surabaya Fashion Parade (SFP) ke-15 kembali digelar, mengangkat tema Synchronise, event fashion diikuti sekitar 100 desainer, 20 di antaranya UMKM selama 5 hari, sejak 5-9 Oktober 2022 di Tunjungan Plaza. (Q cox, tama dini)

Reply