AKP M.Indra Nadjib Paparkan Pentingnya Pengetahuan soal Sejarah G30S/PKI

SIDOARJO (Suarapubliknews) – Gerakan 30 September/PKI atau yang akrab dengan sebutan G30S PKI merupakan gerakan bersejarah pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia didengungkan. Ketika tujuh perwira tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha kudeta.

Hal ini disampaikan Kasat Reskoba Polresta Sidoarjo AKP M. Indra Nadjib berpesan Kepada seluruh Generasi muda Indonesia untuk turut serta memahami sejarah terkait Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI). Paling tidak generasi muda mau berpikir kritis melalui pembelajaran sejarah/PKn/IPS di sekolah, agar tak menjadi pemahaman yang keliru.

“Kali ini saya tidak membicarakan perihal Narkoba, dalam peringatan G30S PKI ini saya ingin memberikan pemahaman kepada Generasi Muda, untuk membekali diri dengan ilmu pengetahuan. Bahwa paham komunis adalah bahaya laten (tersembunyi) sehingga tetap harus diwaspadai melalui penyadaran yang bisa dilakukan secara sistematis di sekolah ataupun orangtua di rumah ” jelas AKP M. Indra Nadjib. Saat di hubungi via telepon, Rabu (30/9/2020).

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia harus lebih diaplikasikan dalam praktik kehidupan masyarakat. “Sehingga, tidak hanya terjebak pada verbalisme atau hanya sampai pada ucapan khususnya setiap hari Senin, saat upacara bendera di sekolah,” Tegas Kasat Reskoba Polresta Sidoarjo ini.

Menurut perwiara menengah dengan tiga balik dipundaknya ini, anak-anak adalah para pemimpin di negeri ini 10-20 tahun ke depan. Bisa dibayangkan betapa suram nasib bangsa ini bila nantinya, setelah memimpin negeri ini mereka tidak berempati terhadap persoalan kemanusiaan. Alangkah suramnya masa depan bangsa ini.

“Kewaspadaan terhadap bahaya laten komunis tetap menjadi hal utama yang bisa dilakukan baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Namun sebenarnya bukan hanya komunis saja, tapi juga radikalisme dan narkoba harus benar – bener di perhatikan,” Pungkas AKP M. Indra Nadjib. (q cox, Drie)

Reply