Alami Kerugian Ratusan Juta, Korban Investasi Bodong Laporkan Reseller Invest Yukk ke Polres Lamongan

LAMONGAN (Suarapubliknews) – Korban investasi bodong, Invest Yukk, melaporkan Reseller berinisial JHN ke Unit II Polres Lamongan. Senin (24/01/2022).

Tujuh perwakilan dari 50 korban investasi bodong melaporkan Reseller JHN dengan laporan dugaan penipuan dan penggelapan.

Kuasa hukum korban, Wellem Mintarja mengungkapkan, pada kasus ini sebanyak 50 member menjadi korban dengan nilai kerugian mencapai Rp. 700juta.

“Kebetulan klien kami, atau para member, sebanyak 50 orang dalam kasus ini mengalami kerugian sekitar Rp. 700juta” katanya

Menurutnya, Reseller JHN semenjak kasus investasi bodong mencuat ke publik, ia belum pernah tersentuh oleh media maupun instansi kepolisian.

“Ini kita melaporkan (JHN-red) salah satu reseller yang belum pernah tersentuh oleh media maupun instansi kepolisian” kata Wellem Mintarja

Salah satu korban, Am, mengatakan awalnya ikut coba – coba nanam modal sebesar Rp.6 Juta dan dan mendapatkan Rp.7,5 Juta dan berhasil dicairkan. Setelah itu nanam modal Rp.5 Juta dua kali dan lagi-lagi mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat.

“Karena tertarik keuntungannya, kan singkat banget dapat laba segitu, siapa sih yang gak tertarik” katanya

Setelah beberapa kali mendapat keuntungan, ia pun menaikkan dana investnya menjadi puluhan juta rupiah.

“Yang gak dapat itu nanam modal Rp.10 Juta, sudah 10 hari gak dapat tapi dia (JHN-red) menawarkan lagi. Yang gak dapat ada sekitar Rp.63 Juta dan sudah ditransfer” katanya

Selanjutnya, Am dan para member lainnya pada Tanggal 8 Januari 2022 dimasukkan ke group whatsapp oleh Reseller JHN. Pada group itu, JHN mengumumkan jika investasi dinyatakan lost. Anehnya, group wa itu dibuat bukan dari awal. Akan tetapi group wa itu dibuat oleh Reseller JHN setelah investasi para member dinyatakan lost.

“Pagi aku buka whatsaap ada group, udah dibikinkan, para korban dimasukkan group terus dia ngungumin kalau investasinya lost. Group wa dibuatkan setelah investasinya lost,” pungkasnya. (q cox, Adie)

Reply