Ambulans Laut Ke-5 dari Pasar Modal Indonesia Siap Berlayar

GRESIK (Suarapubliknews) – Self-Regulatory Organization (SRO) Pasar Modal Indonesia kembali memberikan bantuan ambulans laut sebagai bagian dari kegiatan corporate social responsibility dalam rangka memperingati 44 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia.

Ketua HUT ke-44 Pasar Modal Indonesia Syafruddin mengatakanseiring dengan makin meredanya Pandemi COVID-19 di Indonesia, bentuk kegiatan CSR Pasar Modal  diarahkan dalam bentuk dukungan layanan kesehatan yang dapat dimanfaatkan tidak saja untuk pencegahan dan penanganan COVID-19, namun juga yang lebih umum dan berjangka lebih panjang.

“Pengadaan alat kesehatan, baik dalam bantuk ambulans darat maupun ambulans laut yang kita serahkan kepada Pemerintah Kabupaten Gresik hari ini kami harapkan dapat mendukung layanan kesehatan kepada masyarakat yang lebih baik dan menjangkau hingga ke pelosok termasuk juga bagi masyarakat yang  tinggal di kepulauan,” katanya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan ketersediaan ambulans laut menjadi solusi untuk mengatasi hambatan rujukan kondisi gawat darurat, terutama rujukan bagi ibu hamil dan bersalin. Ia berterimakasih kepada Pasar Modal Indonesia atas perhatian dan dukungannya terhadap masyarakat Kabupaten Gresik.

“Ambulans laut ini sangat bermanfaat, khususnya bagi masyarakat kami yang berada di Kepulauan Bawean dimana kondisi lokasi yang sangat terbatas dengan sekitar 300 Kepala Keluarga. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan penyebrangan dari Kepulauan Gili ke Kepulauan Bawean sekitar 20 menit, belum lagi ada tambahan waktu untuk menuju ke daerah kota,” katanya.

Pemberian ambulans laut merupakan pemberian bantuan kedua setelah sebelumnya Pasar Modal Indonesia melakukan dukungan 60 ribu dosis vaksin untuk Kabupaten Gresik.

Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 4 dan Perizinan, Kantor Otoritas Jasa Keuangan Regional 4 Jawa Timur, Mohammad Eka Gonda Sukmana menyampaikan OJK bersama regulator Pasar Modal Indonesia lainnya bekerjasama dengan pemerintah untuk menanggulangi dampak dari COVID-19 supaya dapat recover together dan recover stronger. Hal ini sekaligus untuk meningkatkan penganggulangan kondisi masyarakat untuk kebutuhan medis, terutama masyarakat kepulauan.

“Selain memberikan bantuan, kami juga mengharapkan masyarakat di Jawa Timur juga dapat lebih mengenal Pasar Modal Indonesia karena tingkat literasi tentang pasar modal masih rendah dibandingkan industri perbankan, asuransi maupun perusahaan pembiayaan,” katanya.

Lebih lanjut Eka menekankan pentingnya edukasi mengenai investasi supaya tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban investasi ilegal. (Q cox, tama dinie)

Reply