Aplikasi Rewang, Tambah Fitur Reshikin Omah dan Mobil

SURABAYA (Suarapubliknews) – Seiring kemajuan akan teknologi dan informasi, permintaan produk dan layanan jasa kebutuhan sehari-hari terus meningkat. Tak hanya layanan pesan dan antar makanan, aplikasi perpesanan jasa bersih-bersih pun bermunculan. Namun tak semua mampu bertahan, selain karena ketatnya persaingan juga kelemahan sistem dan manajemen.

Sebuah perusahaan rintisan alias startup aplikasi jasa pencarian dan penempatan asisten rumah tangga (ART) asal Surabaya, Rewang memperluas fitur atau layanan yakni Resikin, yakni layanan permintaan atau pesanan jasa bersih-bersih rumah, kendaraan, hingga serangga.

Business Development Rewang, Melita Irawan mengatakan startup Rewang sendiri dididirkan oleh sejumlah anak muda asal Surabaya melalui PT Jasapedia Universal Indonesia dan sudah beroperasi sekitar setahun terakhir ini. Aplikasi ini memberikan kemudahan masyarakat untuk mendapatkan bantuan ART yang handal dan terpercaya.

“Pemilihan nama Rewang diambil dari bahasa Jawa, yang mana dalam bahasa Jawa arti kata rewang adalah membantu. Adanya aplikasi ini diharapkan mempermudah mereka yang membutuhkkan jasa ART atau mencari pekerjaan sebagai ART professional,” katanya.

Apalagi, baru-baru ini salah satu perusahaan platform jasa memutus kerjasama terhadap jasa pembersih rumah. Ini tentunya semakin menyulitkan mereka yang membutuhkan jasa pembersih rumah. Ditambah dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini, makin meningkatkan angka pengangguran di Indonesia. Tentu saja, dengan meningkatnya angka pengangguran, berarti banyak masyarakat yang membutuhkan pekerjaan.

Dikatakan Melita, selain menerima dan mempertemukan layanan jasa ART, kini aplikasi Rewang juga menambah layanan permintaan dan jasa bersih-bersih rumah, cuci mobil, hingga pembasmian tungau. Layanan ini bisa dipesan ddengan durasi minimal 1 jam.

“Permintaan akan layanan jasa ini cukup tinggi, apalagi penerima jasa ini juga cukup banyak pilihan, karena mereka banyak yang menganggur akibat PHK dari perusahaan atau yang sebelumnya bergabung dengan layanan aplikasi lain. Jadi kita bantu untuk mencari market,” tandasnya.

Seperti halnya layanan jasa ART, pihaknya juga menerima kerja sama dengan vendor yang fokus pada layanan tersebut. Untuk itu, terkait stabdarisasi dan kualitas serta kredibilitas mitra yang digandeng juga terjamin.

“Di tengah pandemi seperti saat ini, kita sangat menaati protokol kesehatan. Jadi setiap mitra kami selalu syaratkan untuk melakukan rapid test dan dilakukan karantina khususnya untuk mitra ART,” ungkap Melita.

Terkait permintaan akan jasa ART, dia menuturkan, dari bulan ke bulan terus meningkat. Selain Surabaya, permintaan banyak datang dari Jakarta. Di Surabaya, rata-rata gaji yang ditawarkan pemesan di kisaran Rp 1,6 juta hingga lebih dari Rp 2 juta per bulan. Sedang di Jakarta, rata-rata gaji yang ditawarkan pemesan sudah di atas Rp 2 juta per bulan.

“Untuk mitra yang masuk, ART sebagian besar daerah-daerah di Jawa Timur, seperti Jember, Tuban, Ngawi, Madiun, dan sebagainya,” ulas Melita.

Managing Partner Rewang, Raymond Tjiadi menambahkan, dibanding aplikasi-aplikasi sejenis lainnya, Rewang memiliki kekuatan IT yang notabene menjadi basis dari bisnis digital saat ini. “Kita ingin mempermudah masyarakat dalam mencari layanan jasa bersih rumah atau kendaraan secara part time. Selama ini yang ada jasa semacam ini dari para vendor terbatas pada WA (whatsapp) based,” jelasnya.

Saat ini, pihaknya juga memberikan beragam promo bagi pengguna aplikasi Rewang, diantaranya cashback 11 persen, selain juga layanan garansi bagi pengguna cuci mobil jika dalam 24 jam setelah cuci terkena hujan akan mendapatkan layanan cuci gratis bagian luar.

Terkait jumlah pengunduh aplikasi Rewang, Raymond menyebut saat ini sudah lebih dari 1000 downloader, dan ditargetkan akan terus bertambah di akhir tahun ini, seiring dengan gencarnya promosi dan penambahan fitur.

“Target kami lebih kepada mengenalkan aplikasi Rewang untuk jasa-jasa di Surabaya bahwa ini loh startup asli Surabaya. Dan ke depan kami bisa menargetkan bisa dilirik investor. Karena selama ini investor hanya melirik pada startup di Jakarta,” ujarnya. (q cox, tama dinie)

 

Reply