Aplikasi The Chef, Dukung Pelaku Kuliner Indonesia

SURABAYA (Suarapubliknews) – Industri food and beverage (F&B) mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir ini seiring dengan perkembangan gaya hidup, kreativitas produk atau menu baru, dan tak kalah menariknya adalah perkembangan teknologi dan informasi.

Yang tak bisa diabaikan dari perkembangan dunia kuliner adalah profesi koki alias chef yang menjadi ‘otak’ di balik perkembangan kuliner. Namun untuk menjadi chef andal, selain keahlian memasak, juga dibutuhkan kreativitas, sensitivitas, dan banyak faktor lain yang tak kalah penting.

Managing Director Sentra Poin Katering Indonesia, Widijanto Heru Kusuma mengatakan hal ini yang melatarbelakangi sejumlah chef profesional dan pelaku usaha di bidang F&B mendirikan perusahaan rintisan (startup) yakni aplikasi ‘The Chef’.

‘The Chef’ bisa dibilang adalah pertama di dunia untuk aplikasi berbasis komunitas profesi yang berhubungan dengan dunia kuliner, food industry, data profil, sertifikasi kuliner, dan segala sesuatu yang mendukung generasi milenial untuk mengapresiasi karya ide yang ada.

“Aplikasi ini bisa menjadi wadah bagi profesi di bidang F&B untuk mengembangkan ide kreatif dan membagikan karya kreatifnya melalui fitur-fitur di dalam aplikasi, seperti fitur Chef Channel, dan juga fitur marketplace untuk para chef preneur,” katanya.

Beberapa chef dan pecinta kuliner muda seperti Chef Dinda, Chef Wildan, dan Bow3t didapuk sebagai brand ambassador serta mewakili profil generasi muda untuk menyegarkan kancah kuliner online di dunia kuliner Indonesia.

Sesuai tagline yang diangkatnya, yakni “we’re not just cooking, we’re create a soul”, lanjut dia, aplikasi tersebut akan mengakomodir segala kebutuhan masyarakat yang bergerak di indutri kuliner yang notabene ikut menjadi salah satu penyumbang pendapatan terbesar di industri kreatif Tanah Air.

“Seiring pesatnya perkembangan bisnis kuliner dan profesi chef, di industri ini banyak yang membutuhkan informasi terkait jasa chef profesional dan data mengenai rantai suplainya. Jadi kami menyediakan informasi dan wadah dari hulu ke hilir dan SDM-nya,” papar Chef Widi.

Ia juga menegaskan bahwa perkembangan chef belakangan sangat pesat, bahkan muncul beberapa komunitas dan asosiasi yang menaungi chef. Namun ditegaskannya bahwa aplikasi ‘The Chef’ terbuka bagi siapa saja dan tidak berafiliasi dengan salah satu asosiasi atau komunitas.

Brand Ambassador ‘The Chef’, Wildan Avessina mengatakan, beberapa fitur yang akan disediakan di aplikasi tersebut diantaranya adalah informasi lowongan pekerjaan, informasi profil chef bagi perusahaan yang membutuhkan, data event chef dan kegiatannya di seluruh Indonesia, termasuk marketplace produk dan peralatan yang berkaitan dengan bisnis makan dan minuman.

“Dan yang menarik, kami mengakomodir keinginan masyarakat untuk menjadi chef. Makanya kami menggelar charity hingga beasiswa atau pendanaan kepada mereka yang kurang mampu untuk dididik hingga menjadi chef profesional,” katanya.

Dan yang tak kalah uniknya, aplikasi ini juga menyediakan fitur forum bagi para chef untuk berinteraksi melalui chat forum dan bisa berbagi ide kreatif dan karya mereka, sehingga bisa membantu mereka untuk bisa dikenal dan diakses di seluruh dunia.

“Kami juga menyediakan beragam news terkait kegiatan chef dan kuliner, juga even-even food and beverage di seluruh Indonesia,” jelas Chef Wildan.

Marketing Communication ‘The Chef’, Kaloka menambahkan, setelah Surabaya, roadshow pre-launching ‘The Chef’ akan digelar di Bali, dan puncaknya di Jakarta sekaligus sebagai kota digelarnya grand launching pada 12 November 2019 mendatang.

“Setelah itu, aplikasi ini bisa diunduh di Google App Store maupun iOS. Aplikasi ini dibuat didasari oleh kecintaan para foundernya terhadap dunia kuliner dan atas perhatiannya terhadap kehidupan chef di Indonesia maupun dunia,” tutupnya. (q cox, Tama Dinie)

Reply