Artspace Skala Internasional Hadir di Surabaya

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Kehadiran Surabaya Art Centre bagaikan angina segar bagi seniman di Jawa Timur, khususnya Surabaya. Galeri seni yang diklaim terbesar ini merupakan gabungan sembilan galeri nasional dan internasional.

Direktur Surabaya Art Center, Irawan Hadikusumo mengatakan galeri seni ini nantinya akan mengusung berbagai aktivitas seni dan berkesenian yang selama ini seperti pernah digelar di berbagai negara di belahan dunia lain.

“Mengusung tagline When Art Meet People, artspace konsep seperti ini sudah ada di beberapa kota di Indonesia. Seperti di Jakarta, Bandung, Jogyakarta. Di Surabaya ini merupakan yang pertama,” katanya.

Nantinya galeri seni yang digagas oleh Irawan Hadikusumo dan Rasmono Sudarjo dan berada di kawasan Surabaya barat ini akan menjadi satu-satunya galeri seni dengan luas lahan yang cukup besar serta memiliki galeri-galeri seni ternama yang ada di Indonesia maupun luar negeri.

“Dalam kurun waktu sekitar 3 tahun ke depan, lahan seluas 1.000 meter persegi yang dipakai untuk Surabaya Art Center, dengan gelaran berbagai kegiatan seni. SAC diharapkan menjadi representasi artspace yang mempertemukan seniman dengan masyarakat,” lanjut Irawan.

Sebagai artspace, SAC tak hanya menjadi ruang pamer namun juga bisa menjadi seminar room, workshop room, dan semua kegiatan seni yang memungkinkan untuk digelar di sana. Arts books, art merchandise, juga mendapatkan tempat di SAC termasuk arts services, art tools, dan art cafe yang melengkapi keberadaan SAC sebagai the biggest artspace di Surabaya.

Sembilan galeri yang bergabung di SAC adalah tiga galeri Surabaya, yaitu Shao Gallery, Hadi Gallery, dan Galeri Unesa (Universitas Negeri Surabaya). Juga ada tiga galeri Tiongkok, yaitu Soca Gallery Fujian, Yongqing Gallery Beijing, dan Indonesian China Cross Culture.

Selain itu, masing-masing satu galeri dari Osaka Jepang (Brillant Gallery Ehime), Bandung (Lawangwangi Creative Space), dan Yogyakarta (Equator Art Projects by Langgeng Art Foundation).

Selain itu adapula Prospect Room. Ruangan ini disediakan bagi para seniman pemula atau seniman di bawah usia 30 tahun dari Indonesia dan mancanegara. “Kami berharap SAC dapat menggairahkan oase seni rupa di Surabaya, yang selama ini identik dengan kota dagang dan industri,” tandas Irawan. (q cox, Tama Dinie)

Reply