Badan Riset dan Inovasi Daerah Jatim Gandeng Dua Universitas di Surabaya

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Mengawali tahun anggaran 2023, Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Jawa Timur, menjalin kerjasama dengan dua universitas dan melakukan penandatangan kerjasama penelitian dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Penandatanganan nota kesepakatan atau (Memorandum Of Agreement) berlangsung di gedung Brida Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Rabu (25/01).

Kepala Brida Provinsi Jawa Timur, Andriyanto mengatakan, MoU ini pertama kalinya dilakukan sejak lembaga ini berganti nama Brida Jatim dari sebelumnya Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang). “Provinsi Jatim mengubah Balitbang Jatim berganti menjadi Brida Jatim merupakan ururtan kelima dari 38 provinsi,” terangnya.

Dikatakannya, dua penelitian yang telah dikerjasamakan yakni berjudul, pertama Pengembangan Inovasi Teknologi Informasi Berbentuk Aplikasi Direktori Sebagai Upaya Peningkatan Branding Desa Wisata dengan Lokasi Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, Kabupaten Tulung Agung dan Kabupaten Trenggalek dan penelitaan kedua bertjudul Perancangan Aplikasi Digital Deteksi Dini Stunting (Stunting Aps ) dengan Lokasi di Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi. “Penelitian ini akan dilaksanakan selama enam bulan sejak di tanda tangani nota kesepakatan ini tanggal 25 Januari 2023,” jelasnya.

Hal pokok yang melatar belakangi digagasnya kerjasama ini, antara lain mewujudkan tujuh prioritas pembangunan Jatim pada tahun 2023 sesuai dengan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) rencana kerja Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur. Ketujuh prioritas pembangunan Jatim pada tahun 2023 ini adalah, pemulihan ekonomi kerakyatan melalui peningkatan nilai tambah sektor sekunder dan pariwisata, penguatan konektivitas antar wilayah dalam upaya pemerataan hasil pembangunan serta peningkatan layanan infrastruktur.

Selain itu juga peningkatan layanan pendidikan, kesehatan, produktifitas dan daya saing ketenagakerjaan serta pengentasan kemiskinan, peningkatan kepedulian sosial dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal. Selanjutnya peningkatan kemandirian pangan dan pengelolaan sumberdaya energi, peningkatan ketahanan bencana dan kualitas lingkungan hidup, dan terakhir adalah peningkatan ketentraman dan ketertiban umum serta peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat Jawa Timur. “Ketujuh prioritas pembangunan jatim pada 2023 tidak lepas dari nilai-nilai Nawa Bhakti Satya yang menjadi ruh pembangunan di Jatim,” katanya.

Andriyanto menerangkan, kebijakan pembangunan yang sebelumnya diawali dengan penelitian akan menghasilkan produk pembangunan yang lebih berkualitas. Ini karena sebelumnya telah mengetahui apakah kebijakan ini akan mendapat respon baik atau tidak di masyarakat. Untuk itu, hasil penelitian yang dihasilkan Brida Jatim harus berkualitas dan benar-benar memberikan rekomendasi yang positif terhadap arah pembanguan di Jawa Timur.

Untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas yang akan memberikan rekomendasi yang tepat dalam menunjang kebijakan pembangunan, Brida Jatim terus mengkerjasamakan penelitinya dengan peneliti asal perguruan tinggi di Jatim melakukan penelitian bersama. “Harapan nota kesepakatan ini akan mendorong perkembangan sumber daya bidang pendidikan, kesehatan, produktivitas, peningkatan kemiskinan, pariwisata dan pekonomian Jawa Timur,” terangnya.(q cok, tama dini)

Reply